Beranda News Nasional

Presma Imaka : Kampus Tempat Ideal untuk Debat Capres dan Cawapres

Bogor – Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (cawapres) harus berkomitmen dalam menyelesaikan permasalahan akut di indonesia, dan komitmen itu akan terlihat dengan seberapa dalam gagasan mereka dalam menjawab berbagai persoalan yang ada, dan kampus adalah tempat yang tepat karena disana banyak akademisi yang siap menguliti dan memberikan masukan kepada Indonesia 5 tahun kedepan.

“Boleh (di kampus). Di Amerika Serikat kan menyelenggarakan debatnya di kampus bukan di TV,”

1. Audience debat jauh lebih jelas
alasan kampus bisa menjadi salah satu opsi untuk tempat penyelenggaraan debat capres karena audience-nya yang akan jauh lebih jelas. Segala atribut partai politik pun nantinya tidak akan mewarnai penyelenggaraan debat tersebut.

Baca:  Aktivis, Praktisi Hukum hingga Akademisi Kritisi dan Ingatkan Ketua KPUD, KPPS dan Bawaslu Kota Bogor untuk Jaga Integritas dan Netralitasnya

Hal ini merujuk pada debat capres cawapres yang dilakukan di Amerika Serikat.

Gak pakai parpol A, parpol B gitu lho. Audience kalau di sana itu kan mahasiswa dan mereka bertanya. Ini nih capres gue mau apa ke depannya, ditanya betul-betul oleh mahasiswa,”

2. Pertanyaan tidak memihak pasangan calon

Ada beberapa hal yang menjadi poin penting dalam konteks debat capres cawapres. Mereka yang membuat pertanyaan adalah dari pihak-pihak yang netral terhadap parpol manapun.

Selain itu juga mereka yang membuat pertanyaan untuk debat ini adalah mereka yang tidak berpihak pada paslon manapun.

Baca:  Kritik KPU, LPP KAMMI Siap Gelar Debat Penyampaian Visi Misi Capres Tanpa Bocoran Soal

3. Membawa jumlah pendukung yang sama banyak
Pendukung yang dibawa saat pelaksanaan debat capres cawapres juga harus seimbang. Tidak boleh salah satu paslon pendukung yang datang lebih banyak atau lebih sedikit.

4. Kampus dianggap masuk akal sebagai tempat penyelenggara debat

kampus sebagai tempat yang ideal untuk menyelenggarakan debat capres cawapres. Karena di kampus, akan ada profesor dan juga ASN yang tentunya sudah terikat dengan kode etik.

Mahasiswa terikat dengan sumpah sebagai mahasiswa. Walau pertanyaanya masih di awang-awang, sebab belum tahu, ketika mereka bertanya kemudian dijawab oleh capres cawapresnya, itu akan sangat bagus.

Baca:  Ombudsman RI Ajak Ponpes Ikut Serta dalam Pengawasan Pelayanan Publik

Fatarizky Muhammad
(ex – Koordinator BEM Se-Bogor)