
LIPUTANBOGOR.COM – Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Rina Indiastuti didampingi Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Jawa Barat, Prof. Reiza D. Dienaputra mengunjungi Kota Bogor untuk meminta dukungan Wali Kota Bogor, Bima Arya mengusulkan nama Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai nama jalan di Kota Bogor.
Pria kelahiran 17 Februari 1929 itu semasa hidupnya dikenal sebagai seorang akademisi dan diplomat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman pada tahun 1970 an dan Menteri Luar Negeri dari tahun 1970-an sampai 1980-an.
Prof. Mochtar Kusumaatmadja juga merupakan guru besar di Universitas Padjadjaran Bandung dan wafat pada 6 Juni 2021 lalu.
Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti menilai, Prof. Mochtar Kusumaatmadja adalah tokoh, negarawan, akademisi dan diplomat yang luar biasa.
Pihaknya juga mengusulkan nama Prof. Mochtar Kusumaatmadja menjadi pahlawan nasional. Proses pemberkasan sudah hampir rampung dan banyak dukungan yang mengalir baik dari dalam negeri maupun tokoh-tokoh dunia di luar negeri.
“Jadi kedatangan kami ke Kota Bogor bertemu Pak Wali Kota Bogor, untuk meminta dukungan dari usaha kami mengusulkan nama Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional, dengan memberikan nama Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai jalan di Kota Bogor,” katanya di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Kamis (17/3/2022).
Rencananya kata dia, Jalan Salak, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah yang merupakan tempat tinggal di masa akhir hidup Prof. Mochtar Kusumaatmadja akan diubah namanya menjadi Jalan Prof. Mochtar Kusumaatmadja.
Hal tersebut tentunya melalui prosedur yang benar dan sesuai peraturan serta perundangan-undangan.
Menurut dia, Prof. Mochtar Kusumaatmadja adalah milik Kota Bogor, karena selama menjadi menteri ia memilih tinggal di Kota Bogor. Dirinya berharap usulannya akan dikabulkan Presiden Joko Widodo.
“Dukungan yang diberikan, salah satunya dari Pak Wali Kota Bogor sangat diperlukan, karena sebelumnya Kota Bandung dan masyarakat Jawa Barat sudah memberikan dukungan. Kalau dukungan dari Kota Bogor sangat eksplisit bentuknya betul jalan, ini sangat luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku mengetahui sosok Prof. Mochtar Kusumaatmadja di masa akhir hidupnya yang tinggal di Jalan Salak. Untuk itu dirinya mendukung usaha menjadikan almarhum Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional.
“Persetujuan dan dukungan dari Pemerintah Kota Bogor sudah didapat, Insya Allah kita proses selanjutnya, yaitu sosialisasi kepada warga, mudah-mudahan bisa segera.
Bima Arya merasa bangga karena nama Prof. Mochtar Kusumaatmadja diusulkan sebagai nama jalan di Kota Bogor sebagai wujud dukungan menjadi pahlawan nasional.
“Bagi saya, ingat sekali Pak Prof. Mochtar Kusumaatmadja adalah orang yang sangat bersahaja, full knowledge,” ungkap Bima Arya.
Ketua TP2GD Provinsi Jawa Barat, Prof. Reiza D. Dienaputra menerangkan, proses pengusulan menjadi pahlawan nasional dimulai sejak Prof. Mochtar Kusumaatmadja wafat.
“Setelah Pak Mochtar meninggal, banyak sekali masukkan luar biasa dari masyarakat yang berkeinginan mengangkatnya sebagai pahlawan nasional. Akhirnya tahun 2022 hasil dari riset, kajian dan penelitian yang kami lakukan, hasilnya Pak Mochtar adalah sosok yang sangat luar biasa,” katanya. (D2N)




