Beranda News Ekonomi & Bisnis

Program Pengabdian kepada Masyarakat Bojong Rangkas Go Digital Sukses Tingkatkan Kompetensi Pengrajin Tas

LIPUTANBOGOR.COM – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Ibn Khaldun Bogor berhasil melaksanakan program “Bojong Rangkas Go Digital: Peningkatan Kompetensi Pengrajin Tas melalui Strategi Persona UMKM dan Pemanfaatan User Generated Content (UGC) oleh Komunitas Lokal”.

Program ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pemasaran digital yang dihadapi oleh 18 UMKM pengrajin tas di Desa Bojong Rangkas, Kabupaten Bogor. Mayoritas UMKM tersebut masih mengandalkan pemasaran tradisional, padahal akses internet sudah tersedia.

​Program yang berjalan selama satu tahun anggaran 2025 ini melibatkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan UMKM, komunitas lokal, dan mahasiswa secara aktif. Tim pelaksana yang diketuai oleh Leni Muniroh, S.E., M.Si dan beranggotakan Berlina Wulandari, S.T., M.Kom dan Dr. Desmy Riany, S.E., M.Ak., bersama sejumlah mahasiswa, menerapkan serangkaian metode, termasuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan.

Baca:  Lokakarya Pengembangan Kurikulum Program Sarjana Terapan: Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian

​Tiga permasalahan utama yang diidentifikasi dan ditangani adalah rendahnya literasi digital UMKM, minimnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem digital, serta kesulitan dalam mengukur dampak pemasaran terhadap bisnis.

Untuk mengatasinya, program ini berfokus pada pelatihan literasi digital, penguatan konsep brand personality menggunakan aplikasi Persona UMKM, dan optimalisasi User Generated Content (UGC).

​Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Sebelum program, hanya sekitar 50% pengrajin yang memanfaatkan media digital, namun kini 100% peserta program sudah aktif menggunakan platform seperti Instagram dan Facebook untuk promosi. Kualitas konten yang diunggah juga meningkat, dari frekuensi 1–2 kali per minggu menjadi 4–5 kali per minggu.

​Pendampingan intensif yang dilakukan selama tiga bulan berperan penting dalam memastikan para pengrajin mampu menerapkan keterampilan digital secara konsisten. Selain itu, terbentuknya komunitas konten kreator lokal menjadi kunci keberlanjutan program. Komunitas ini terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa, dan masyarakat desa yang berkolaborasi untuk membuat konten promosi, sehingga pemasaran digital tidak lagi bergantung pada UMKM secara individu.

Baca:  Misteri Kematian Syarifah Sidah Alatas Terkuak, Jasad Ditemukan di Tepi Sungai Citarum Bekasi

​Dampak dari program ini sangat terasa. Penjualan produk dilaporkan meningkat hingga 25–30% setelah penerapan strategi digital. Akun Instagram mitra mengalami peningkatan pengikut sekitar 40% dalam tiga bulan, dan interaksi konsumen (like, komentar, dan share) juga meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi antara literasi digital dan partisipasi komunitas efektif dalam memperluas jangkauan pasar dan membangun kepercayaan konsumen.

​Secara keseluruhan, program “Bojong Rangkas Go Digital” berhasil mentransformasi cara pemasaran UMKM tas di Desa Bojong Rangkas. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pengrajin, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, seperti menjadi kreator konten.

Baca:  Harlah KNPI Ke 51, Mapancas Nyatakan Sikap untuk Kawal Kebijakan Pemkot Bogor

Program ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9).

​Tim berharap pendampingan berkelanjutan dan perluasan jaringan dengan pihak eksternal, seperti influencer lokal, dapat terus memperkuat ekosistem digital di Desa Bojong Rangkas. Program ini diharapkan menjadi model bagi pemberdayaan UMKM di wilayah lain dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ekonomi kreatif.(***)