Beranda News Bogor Raya

Proyek Pembangunan Museum Pajajaran Kota Bogor Gunakan Material Hebel Bukan Batu-Bata, Ini Jawaban Cerdas Kadisparbud

Proyek Pembangunan Museum Pajajaran Kota Bogor yang sudah mencapai 65 % pengerjaannya

LIPUTANBOGOR.COM -Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor angkat suara soal proyek pembangunan Museum Pajajaran yang menggunakan hebel dan tidak memakai batu bata merah.

Kadis Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati menjelaskan bahwa, penggantian hebel dari batu bata merah tidak ada dari nota kesepakatan dengan para budayawan.

“Itu adanya diberita acara notulensi saat kita pembahasan design dengan tim Msyarakat Peduli Bumi Ageung Batutulis Pakuan Padjadjaran,” tegas Kadis Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati kepada wartawan, Selasa 7 November 2023

Baca:  Komisi I DPRD Kota Bogor Bangun Sinergi Dengan Kejari Kota Bogor

Iceu menerangkan, dari awal pihaknya tidak menginginkan adanya perubahan dari hebel ke batu bata merah.

Karena, kata Iceu, hebel sudah ada dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) hukum kontrak Disparbud.

“Yang ditolak oleh masyarakat peduli bumi ageung batutulis pakwan padjadjaran yaitu soal design,” jelas Iceu

Penolakan tersebut, lanjut Iceu, hanya soal design yang dianggap oleh budayawan tidak sesuai dengan marwah kesundaan.

“Tidak ada penolakan soal material. Penolakan di design,” lanjut Iceu

Oleh sebab itu, Iceu menegaskan, pada saat rapat dengan para budayawan muncul perubahan-perubahan salah satunya material bangunan.

Baca:  Panggil Dispora Terkait Temuan Sidak, DPRD Kota Bogor: Jangan Tunggu Korban Baru Peka Keamanan Fasilitas Masyarakat!

Namun Iceu sudah menyampaikan bahwa ketika ada perubahan, harus dilengkapi dengan justifikasi hukum atau teknis yang menyatakan hebel boleh dirubah menjadi batu bata merah.

“Jadi bukan batu bata duluan ya, hebel dulu. Bukan batu bata diganti hebel. Yang ada di RAB kami itu hebel,” kesal Iceu

Iceu menambahkan, ketika nantinya tidak ada justifikasi yang kuat saat diperiksa, pihaknya tetap mematuhi hukum kontrak.

“Aspirasi boleh, tapi tolong perhatikan juga justifikasinya, hukum kontraknya,” tukas  Iceu.

Ia menginformasikan, sekarang sudah mencapai 65 persen pada minggu ke-19, progres masih berjalan lancar. Untuk prediksi hambatan hanya masalah Kota Bogor memasuki musim penghujan.

Baca:  Sidak Komisi III DPRD: Proyek Mila Kencana dan GOR Pajajaran 'Busuk', Ditemukan Pekerja Tidur Sampai Tak Ada Pengawas!

“Meski hujan tetapi kami optimis selesai tanggal 21 Desember 2023. Semua sudah on the track atau sesuai dengan perencanaan pembangunan,” tutup Iceu kepada wartawan,(D2N)