KOTABOGOR,LIPUTANBOGOR.COM – Ratusan massa pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) memadati jalan depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Bogor untuk berdemonstrasi seiring pertemuan antara Wali Kota Bogor dengan perwakilan pendukung HRS, pada Jumat (11/06/21).
Para demonstran yang mengatas-namakan Forum Masyarakat Peduli Keadilan (FMPK) ini mayoritas menggunakan busana khas umat Islam. Mereka membawa spanduk bertulis “Lengserkan Bima Arya” dan sejumlah poster bertulis “Bima Arya Antek Aseng”.

Mereka berjalan dari kawasan Balai Kota menuju gedung DPRD Kota Bogor, tempat berlangsungnya audiensi antara perwakilan pendukung HRS dengan Wali Kota Bogor. Para petugas dari TNI – Polri dan Satpol PP Kota Bogor tampak berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya kegiatan tersebut.
“Kami datang kemari meminta Wali Kota Bogor untuk tidak ada diskriminasi kepada Ulama,” sebut Habib Mahdi, perwakilan Pendukung HRS saat audiensi ruang Paripurna DRPD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pihaknya menilai adanya diskriminasi terhadap para ulama terkait kasus yang menimpa HRS saat dirawat di RS Ummi, dimana Wali Kota Bogor sebagai pelapor. Pasalnya, kasus yang menjerat HRS bukanlah kasus kejahatan, melainkan sebuah pelanggaran.
Tim Liputanbogor.com melaporkan, audiensi diikuti oleh perwakilan pendukung HRS yaitu Habib Mahdi, Asep Abdul Qodir, Humaira Shihab (Putri HRS) dengan Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Ketua DPRD, Kapolresta Bogor Kota, Dandim 0606, Danrem 061 Suryakencana, dan Kepala Satpol PP.
Dalam audensi, perwakilan pendukung HRS meminta keadilan terkait kasus HRS saat dirawat di RS Ummi, karena tiga pekan lagi akan memasuki tahap vonis. Pihaknya juga meminta Wali Kota Bogor untuk segera mengambil sikap agar tidak menimbulkan konflik yang lebih besar.
Bima Arya menjelaskan, kedatangannya ke RS Ummi saat itu untuk memastikan pelayanan dan Protokol Kesehatan. Sedangkan laporan itu dibuat karena merasa bertanggung jawab penuh atas kondisi wilayahnya, “bukan untuk mencari kesalahan sepihak”.
“Kami tidak menghendaki atas keramaian di RS Ummi tetapi kami hanya memastikan bahwa Habib (HRS) bisa mendapat pelayanan yang baik dari pihak RS Ummi,” kilah Bima menanggapi pernyataan pendukung HRS.
Humaira Shihab, Putri HRS menyinggung kepemimpinan Wali Kota Bogor yang seharusnya mendengarkan keluhan masyarakat secara adil dan bertanggung-jawab. Karena, jika tidak amanah maka akan menimbulkan kekecewaan bagi rakyat.
“Apabila pimpinan tidak amanah maka rakyat akan timbul rasa kecewa dan tidak percaya lagi sehingga membuat perlawanan,” sebut Putri HRS yang mengikuti aksi tersebut.( Dadan )
Editor : Dadan Gandara





