Beranda News Bogor Raya

Satpol PP & Dinas Pariwisata Bogor Turun Lapangan, Evaluasi Keamanan Setelah Kekerasan di Kafe!

Wakil Ketua Bidang Pariwisata DPD KNPI Kota Bogor, Milzam Bajened

LIPUTANBOGOR.COM – Insiden pemukulan terhadap seorang pengunjung di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kota Bogor, pada Selasa (11/11/2025), mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Milzam Bajened, mengecam keras tindakan kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak boleh terjadi di ruang publik mana pun.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, apalagi terjadi di ruang publik yang seharusnya memberi rasa aman dan nyaman bagi warga,” tegas Milzam, Jum’at (14/11).

Evaluasi Standar Keamanan Tempat Hiburan

Baca:  Mahasiswa UIKA Gelar Kajian Bahas Valentine Day

Menindaklanjuti kejadian ini, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Satpol PP langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keamanan di kafe, bar, dan tempat hiburan malam lainnya.

Milzam menilai bahwa pengelolaan keamanan di ruang publik harus mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan profesional, bukan justru represif yang dapat memicu konflik.

Lebih lanjut, ia meminta agar pengelola Kafe Papabears, lokasi terjadinya insiden, bertanggung jawab secara moral maupun hukum. Meski peristiwa tersebut terjadi di luar jam operasional, menurutnya pihak pengelola tetap memiliki kewajiban melakukan pengawasan ketat terhadap petugas keamanan serta memastikan SOP keamanan diterapkan sesuai standar industri jasa hiburan.

Baca:  Razia Premanisme di Kota Bogor: 36 Orang Diamankan

Tanggung Jawab Moral, Etika Publik, dan Perlindungan Konsumen

Milzam menekankan bahwa setiap pelaku usaha memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan yang kondusif serta menghormati hak-hak konsumen. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk mengedepankan etika dan menyelesaikan perbedaan dengan cara-cara beradab.

“Etika saling menghormati harus dijunjung tinggi. Setiap persoalan bisa diselesaikan tanpa harus mengedepankan kekerasan,” ujarnya.

Bogor Harus Tetap Jadi Kota yang Ramah dan Aman

Sebagai kota wisata sekaligus kota religius, kata Milzam, Kota Bogor harus menjaga citra positif sebagai daerah yang aman, ramah, dan nyaman bagi siapa pun. Tindakan kekerasan yang mencederai kenyamanan publik tidak boleh dibiarkan terjadi berulang kali.

Baca:  KNPI Desak Walikota Segera Segel Boxies 123 Mall

“Kota Bogor harus dikenal sebagai kota yang ramah dan nyaman bagi siapa pun, bukan kota yang identik dengan kekerasan di ruang publik,” tutupnya.

Insiden ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh pihak, baik pengelola tempat hiburan maupun pemerintah daerah, untuk memperkuat manajemen keamanan dan memastikan ruang publik di Kota Bogor benar-benar menjadi tempat yang aman serta menjunjung tinggi nilai sosial dan kemanusiaan.(D2N)