LIPUTANBOGOR.COM – Pejabat Ketua Umum PB HMI, Romadhon Jasn sayangkan pernyataan Novel Baswedan yang menyebut pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa ketakutan jika dirinya bersama sejumlah mantan pegawai lain kembali ke KPK. Menurut Romadhon, pernyataan tersebut tendensius dan berpotensi membuat kegaduhan baru.
“Kami menyayangkan pernyataan mantan penyidik KPK Novel Baswedan yang menyebut era Firlri ketakutan. Jika dirinya kembali lagi ke lembaga KPK, seharusnya pernyataan tersebut tidak mencuat ke publik karena berpotensi membuat kegaduhan baru,” ujar Romadhon kepada awak media Sabtu (12/2/2022).
Lebih lanjut, Romadhon menjelaskan sejumlah statement yang disampaikan Novel Baswedan terkait Perkom 1 Tahun 2022 berpotensi mempecah belah Lembaga kepolisian dan KPK. Mengingat Novel Baswedan sekarang berstatus sebagai ASN Polri.
“Pernyataan ini berbahaya karena diucapkan oleh seseorang yang menjadi ASN di Kepolisian, dan ini sangat berpotensi untuk memecah belah antara KPK dan Polri,” tambahnya.
Romadhon menilai pernyataan yang disampaikan Novel Baswedan tidak mencerminkan sebagai tokoh publik. Seharusnya, menurut Madhon ucapan yang menimbulkan kegaduhan tidak perlu untuk dilempar ke publik supaya tidak terjadi asumsi dan tafsir yang berbeda di tengah masyarakat.
“Pernyataannya mengkonfirmasi dirinya tidak mencerminkan sebagai tokoh publik,” imbuhnya.
Romadhon menilai ketentuan dalam Perkom Nomor 1 Tahun 2022 yang menyebutkan mereka yang pernah diberhentikan dengan hormat atau tidak hormat tak dapat menjadi pegawai KPK merupakan hal yang wajar. Mengingat ketentuan tersebut umum dan tidak menyasar terhadap kelompok tertentu.
“Kami pikir Perkom ini hal yang wajar karena mengikat kepada siapapun yang ingin menjadi ASN KPK dan pernyataan Novel terkait Perkom tersebut diakibatkan sakit hati dirinya karena diberhentikan dari KPK,” pungkasnya.
Diketahui sebanyak 57 pegawai KPK yang diberhentikan dengan hormat usai dinyatakan tidak lolos TWK sebagai syarat alih status kepegawaian menjadi ASN.
Tes tersebut menjadi polemik dan mendapatkan kritik dari berbagai pihak karena dianggap kontraversial.( D2N )





