LIPUTANBOGOR.COM – Acara Haul ke-152 Raden Adipati Aria Suriawinata (Kangjeng Dalem Sholawat) atau Raden Muhammad Sirodj akan dilangsungkan pada akhir bulan Mei ini, Sabtu (25/05/24) mendatang.
Mungkin masyarakat masih banyak yang belum mengetahui sosok Dalem Shalawat secara luas, padahal beliau dapat dibilang merupakan seorang pendiri Bogor, sebab beliau merupakan seorang pemimpin di wilayah Bogor ini dikala dahulu.
Dimana kondisi Bogor saat itu merupakan belantara semenjak runtuhnya kerajaan Pajajaran, karena invasi kerajaan Banten dan Cirebon ke wilayah Bogor ini. Dan Dalem Shalawat merupakan salah satu yang menempati wilayah Bogor untuk pertama, semenjak runtuhnya kerajaan Pajajaran oleh invasi dari Banten dan Cirebon.
Maka Haul yang akan diadakan di Masjid Agung At-Tohiriyah Empang ini, dapat dibilang merupakan Haulnya pendiri Bogor. Bahkan panitia acara mengundang masyarakat Bogor untuk menghadiri acara Haul tersebut, yang juga mengundang para sesepuh dari berbagai daerah.
“Kami mengajak kepada masyarakat Bogor, untuk ikut menghadiri Haul pendiri Bogor yang ke-152 Raden Aria Suryawinata atau Kanjeng Dalem Shalawat, yang akan diadakan di Masjid Agung At-Tohiriyah,” kata Ustadz Raden Muhammad Padmanegara, Ketua Panitia Haul Kanjeng Dalem Shalawat di Masjid Agung At-Tohiriyah Empang Bogor, Selasa (07/05/24).
“Haul ini juga merupakan mengenang nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh beliau, supaya nilai budaya tidak hilang oleh kemajuan zaman,” imbuh pria yang juga masih keturunan Kanjeng Dalem Shalawat itu.
Ustadz Muhammad menjelaskan, bahwa kehadiran masyarakat Jawa Barat sangat diharapkan oleh dirinya, sebagai bentuk support akan apa yang diwariskan oleh pendiri Bogor itu.
“Mudah-mudahan dengan adanya Haul ini, masyarakat Bogor khususnya Jawa Barat dapat ikut andil dan mensupport acara tersebut, yaitu dengan menghadiri Haul itu sendiri,” ucapnya.
Dia pun berharap, bila generasi saat ini dapat mengikuti jejak para pendahulu dengan menjaga nilai luhur iman dan kebangsaan.
“Harapannya dengan adanya Haul ini, kita dapat mengikuti jejak para pendahulu kita dalam syiar agama. Sekaligus menguatkan pilar-pilar kebangsaan. Dan harapan kami juga, agar kita selalu meningkatkan ukhuwah islamiyah,” tandasnya.(D2N)





