Beranda News Pendidikan

Sekolah Vokasi IPB Gelar Pelatihan Olahan MP-ASI di Mulyaharja untuk Cegah Stunting

BOGOR – Sekolah Vokasi IPB menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema pelatihan olahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) di Kelurahan Mulyaharja, Sabtu (15/11/2025). Program yang berlangsung di Laboratorium Kulinari Gizi Gunung Gede, Sekolah Vokasi IPB, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi keluarga serta mendukung upaya pencegahan stunting.

Pelatihan diikuti oleh lima ibu kader dan 25 ibu balita dari Kelurahan Mulyaharja. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pengolahan MP-ASI yang sehat, bergizi, serta mudah dipraktikkan di rumah. Adapun menu yang diajarkan antara lain schotel soun, bola-bola mie, dan bola-bola tahu, yang dapat menjadi alternatif pilihan makanan sehari-hari untuk balita.

Baca:  Pembina Asrama di Sekolah Integral Didorong Melek Hukum

Tim dosen Sekolah Vokasi IPB yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas R.A. Hangesti Emi Widyasari, Ani Nuraeni, dan Firman Muhammad Basar. Dalam sambutannya, Hangesti menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan kampus terhadap peningkatan kesehatan anak di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan pengolahan produk MP-ASI untuk mencegah stunting ini memberikan pengalaman dan manfaat bagi ibu-ibu dan bisa dipraktikkan di rumah masing-masing. Ibu-ibu dapat membuat sendiri menu-menu tersebut dan bertukar pikiran dengan ibu-ibu yang lain. Diharapkan tidak jajan sembarangan,” ujarnya.

Baca:  Mariones Sosok Guru Terbaik yang Mengabdi 30 Tahun Menjadi Guru di SMPN 11 Harus Masuk Masa Purna Bakti dalam Usia 60 Tahun

Respons positif datang dari para peserta. Salah satu ibu kader menyatakan bahwa pelatihan ini memberi pengalaman baru dan bermanfaat.

“Kegiatan ini menyenangkan dan menambah wawasan serta tidak berhenti sampai di sini. Diharapkan dapat berlanjut di kemudian hari,” ungkapnya.

Melalui program ini, Sekolah Vokasi IPB berharap keterampilan pengolahan MP-ASI yang telah diberikan dapat diaplikasikan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Dengan demikian, pemenuhan gizi balita dapat meningkat dan risiko stunting dapat ditekan. Program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud komitmen institusi dalam mendukung pembangunan kesehatan keluarga di Kota Bogor.