LIPUTANBOGOR.COM- Di kawasan sekitar Batutulis, nama situs Kupa Landak sepertinya kurang populer dibandingkan dengan peninggalan purbakala lainnya yang cukup banyak terdapat di sana. Hal ini mungkin terjadi karena situs Kupa Landak tidak berada di pinggir jalan utama, melainkan di tengah pemukiman yang cukup padat dan harus melalui jalan kecil (gang) terlebih dahulu.
Situs ini berlokasi di Kampung Kebon Pala Rt 04/08, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Letaknya tidak begitu jauh dari situs Ranggapati.
Pak Eman Selaku Juru Pelihara Situ menceritakan kenapa dinamakan Situs Kupa Landak. “Nah untuk sejarah kupa landak ini sebenernya itu, asal muasalnya sekedar sebutan dari orang-orang kupa landak kupa landak, emang awalnya disinikan ada sejenis pohon kupa nih, sebenernya dalam bahasa sunda sebenernya disebutnya kupa gowok, nah orang belanda menyebutnya anggur bladak gitu. Nah untuk landaknya sendiri itu julukannya diambil waktu dulu itu disini sering banyak itu binatang berduri seperti itu yang disebut landak itu. Nah orang udah simpel aja seperti itu sejarahnya situs kupa landak kupa landak karena ada pohon kupanya itu, itu aja”.
Selain itu Situs Kupa Landak juga menjelaskan kisah cerita keaslian kerajaan Padjajaran dan masih bersangkut paut dengan beberapa Situs lainnya seperti Situs yang ada di atas Gunung Salak “Menurut sejarahnya itu dari terahnya padjajaran kebanyakan orang menyebutnya tapi keaslian sejarah tersebut pun sampai sekarang belum ketahuan nih. Ini menurut beberapa versi aja dia itu sebetulnya dari trah padjajaran dia tuh sebagai ahli seni atau ahli strategilah itu aja sih yang saya tau. Kalo itu sejarahnya gitu ya. ke kerajaan padjajaran itu yang islam raden pamanah rasa kalo ga salah dulu ya yang islam itu ke nyi subang larang, sejatinya itu ini trahnya sampe ke cirebon sampai ke ci gundul juga dan yang digunung salak ke eyang santri masih ada tembusan kesini nah itu trah sebenernya”.
Saat ditemukannya Situs Kupa Landak di Kampung Kebon Pala Situs tersebut tidak terurus pada tahun 1970 yang pada saat itu ditemukan dan kemudian dirawat oleh kakek Pak Eman, pada tahun 2000 barulah Pak Eman yang menjaga dan mengurus Situs Kupa Landak Ini “Sekitar tahun 1970 awal ditemukan tapi lantaran waktu itu kondisinya di dalam kawasan tertentu tidak ada pengelola nah akhirnya sekitar tahun 2000 lah sekitaran tahun 2000 baru ini dikelola, Dari kakek dulu juga yang ngerawat ini itu kakek sekitar tahun 70an malah setelah kakek kan ini kan ditutup nih udah tidak ada lagi pengelola baru sekitar tahun 2000 saya yang ngelola”
Selain Lokasi Situs Kupa Landak ini keberadaannya ada di tengah padat penduduk seolah-olah Situs ini bersembunyi Pak Eman Selaku Juru Pelihara saat ini menjelaskan “Nah itukan kadang-kadang ada dua paham sebenernya, kalo untuk situs seperti orang-orang terdahulu kadang-kadang ada yang tidak mau diekspos tokoh seperti dia, adapun yang mau di ekspos, nah tinggal tergantung emang kondisinya mau diekspos makanya dulukan tersembunyi emang tidak mau diekspos lantaran dalam lingkungan tertutuplah” Jelas Pa Eman
(mg/nur/er)





