Beranda News Bogor Raya

Smart Ekselensia Indonesia Siapkan Fasilitasi Jelang UNBK 2019

LIPUTANBOGOR.COM– Smart Ekselensia Indonesia merupakan sekolah jenjang SMP dan SMA berkonsep Islamic Leadership Boarding School. Sekolah bebas biaya dengan program SKS (Sistem Kredit Semester) tersebut sudah menyiapkan fasilitas jelang UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tahun ajaran 2019, Rabu (6/2).

Proktor UNBK Smart Ekselensia Indonesia, Mulyadi, mengatakan, penyelenggaraan UNBK di sekolah ini secara fasilitas sudah disiapkan sejak pemerintah memberlakukan UNBK pada tahun 2015. “Pertama kali UNBK diberlakukan, sekolah ini langsung menerapkannya karena saat itu tidak semua sekolah dapat menerapkannya,” ucapnya saat ditemui Liputanbogor.com di sekolah yang berada di Jalan Raya Parung KM 2, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor tersebut..

Mulyadi menjelaskan, secara teknis penyiapan UNBK di Smart Ekselenesia Indonesia terbagi menjadi dua tahap yakni dari teknis komputer dan jaringan. “Alhamdulillah, di sekolah ini ketersediaan komputernya cukup memadai. Tersedia sekitar 40 komputer yang dibagi menjadi dua laboratorium komputer tapi yang dipakai untuk UNBK hanya satu laboratorium dengan server antara SMP dan SMA sudah terpisah masing-masing,” ungkapnya.

Baca:  Jelang Idul Fitri, PLN Cabang Bogor Terjunkan 300 Personel

Kemudian untuk jaringan sekolah sudah di support dari tim IT khusus yang berbeda dengan tim sekolah. “Jadi kita sudah siap,” ujar Mulyadi yang juga sebagai guru biograpi.

Di tempat yang sama, Wakil Kurikulum SMA Smart Ekselensia Indonesia, Uci Febria, menyampaikan, terdapat 40 siswa yang akan melaksanakan UNBK tahun ini. Sedangkan untuk siswa SMP yang akan melaksanakan UNBK terdapat 36 siswa. Nantinya, pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut akan dibagi menjadi dua sesi.

Mulyadi menambahkan, kesiapan selanjutnya yang perlu diperhatikan saat pelaksanaan UNBK yakni genset. “Itu sangat penting sekali, takutnya mati lampu. Tapi Alhamdulillah kita sudah punya genset,” ucapnya. Menurut dia, salah satu yang suka diingatkan pusat selain server dan jaringan yakni pengadaan genset.

Baca:  Jawa Barat Tak Perpanjang PSBB, Bima Arya Perketat PSBB Hingga 26 Mei

Berdasarkan pengalaman UNBK pada tahun sebelumnya, Mulyadi menganggap, pelaksanaan UNBK tahun ini perlu dievaluasi terkait kebijakan yang diarahkan pusat. “Kemarin kita melakukan simulasi namun tidak terjadwal waktu untuk singkronisasinya. Itu cukup merepotkan teknisi dan proctor UNBK karena kita mesti menunggu,” ungkapnya.

Mulyadi berharap, pengaktifan server bisa terjadwal seperti tahun lalu.
Lanjutnya, Uci yang juga sebagai guru mata pelajaran Fisika SMA sekolah tersebut, menyampaikan, sebagian siswa Smart Ekselensia Indonesia masih belum terbiasa melaksanakan ujian melalui komputer. “Mereka mangatakan cukup membuat agak pusing ketika melihat dan membaca soal begitu banyak di komputer,”ungkapnya.

Baca:  Polsek Ciomas Evakuasi Angkot yang Terjerumus ke Kali

Namun menurut Uci, pelaksanaan UNBK ini dapat membantu kerahasiaan dan kejujuran sehingga hasilnya bisa murni terjamin.

Menyikapi ketidakbiasaan siswa ujian melalui komputer, pihak sekolah telah mengadakan bimbel dan try out berbasis komputer. “Tahun ini kita sudah punya program sekolah yakni bimbel berbasis computer yang gunanya untuk membiasakan siswa ujian atau membaca soal di computer,” ujar Uci. (Sendy Romadhon)