Beranda News Bogor Raya

SmartTren Ramadan di SMK Yapis untuk Ajarkan Siswa Jadi Interpreneur

LIPUTANBOGOR.COM – Ramadan tahun ini, SMK TI Suryakencana Yapis Bogor melaksanakan program Ramadan yang dinamai SmartTren Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari, yakni dari tanggal 20 hingga 24 Mei 2019.
Kepala SMK TI Suryakencana Bogor, Rohmah Komalawati mengatakan, program SmartTren Ramadan ini untuk menciptakan Interpreneur kepada siswa siswi disekolah, yaitu dengan cara menggelar bazar murah di sekolahnya pada kamis kemarin.
“Seorang interpreneur itu kan orang-orang yang memiliki jiwa usaha yang kuat, mereka berani menawarkan atau berjualan kepada masyarakat secara langsung. Makanya, melalui bazar ini untuk mendidik anak-anak supaya berani berjualan kepada masyarakat,” kata Rohmah Komalawati usai santunan anak yatim disekolahnya, Jumat (24/5/2019).
Bahkan, Ia mengaku tak menyangka melalui bazar tersebut, anak didiknya itu sampai menjual produk ke rumah-rumah warga dan barang dagangannya pun laris atau laku semua di beli oleh masyarakat.
“Memang bulan Ramadan ini bulan penuh berkah, sebab ketika anak-anak menjual barang dagangannya dengan harga Rp 10 ribu ternyata masyarakat membelinya dengan harga Rp 50 ribu. Yang lebih hebatnya lagi, anak-anak bersemangat hingga menjualnya ke setiap rumah warga dan hasilnya pun lebih dari target. Semua hasilnya kita berikan kepada anak yatim hari ini,” jelasnya.
Karena program tersebut digelar lima hari, kata Dia, maka diisi dengan berbagai rangkaian seperti bazar, tadarus, kultum dan santunan anak yatim.
“Sebelumnya, kita sudah menggelar berbagai kegiatan ramadan, diantaranya sanlat, tadarus qur’an, kultum, solat dhuha berjamaah, bazar dan santunan anak yatim,” kata wanita yang selalu di sapa Lala ini.
Lala menuturkan, program ramadan yang dilakukannya itu berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sebab, ia menerapkan pendidikan agama islam (PAI) kepada siswanya yang dilakukan secara langsung dipraktekan oleh anak didiknya itu sendiri tanpa dipimpin oleh guru-gurunya.
“Misalnya saat tadarus qur’an, dimana dalam tadarus qur’an ini yang memimpinnya itu anak didiknya langsung yang kemudian diikuti oleh teman-temannya secara bersama. Begitu juga dengan kultum 5 menit yang diberikan kepada peserta didik,”  ujarnya.
Lala juga menambahkan, bahwa program ramadan ini berjalan lancar dan sesuai harapan semua. “Alhamdulillah, selama 5 hari acaranya berjalan lancar dan kita tutup dengan santunan anak yatim,” pungkasnya. (Heri)
Baca:  LBH KBR Minta Pelaku Perbudakan Segera Ditahan