Beranda News Bogor Raya

Soal Proyek Jembatan Kali Angke, Mahasiswa Sebut ULP Tidak Beres : Bupati Jangan Diam

LIPUTANBOGOR.COM- Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Bogor Raya (KAM-BR) menduga ada yang tidak beres dengan ULP Kabupaten Bogor.

Hal itu mereka sampaikan bukan tanpa alasan, namun adanya kejanggalan pada proyek pembangunan jembatan kali angke (Jalur Cepat) pada ruas jalan Sukahati-Jampang Kecamatan Kemang.

M Ikhsan, Koordinator KAM-BR mempertanyakan atas laporan BPK yang menjelaskan klarifikasi Pokja 2 yang dinilai adanya main mata.

“Dalam laporan BPK, Pokja 2 menerangkan bahwa keputusan dalam menentukan pemenang dipengaruhi oleh pihak lain,” ungkapnya kepada Media, Sabtu (10/10).

Baca:  Ledakan Diduga Granat Tewaskan Seorang Anak

Hal tersebut, lanjutnya betul-betul patut dicurigai, ada apa dibalik proyek ini dan kepala ULP harus menjelaskannya ke publik.

“Hal ini harus diungkap ke publik secara transparan hingga terang benderang, kepala ULP jangan diam, beberkan siapa yang menekan, harusnya semua dijalankan dengan profesional sesui aturan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta Dinas PUPR untuk memertanggungjawabkannya.

“Proyek ini terdapat kelebihan pembayaran hingga 1 M lebih, ini menjadi catatan hitam bagi perusahan pemegang proyek yaitu PT Mulyagiri, kami meminta Dinas PUPR memblaclkist perusahaan tersebut,” tegasnya.

Baca:  AGJT Gelar Konsolidasi, Bahas Permasalahan Jalur Truk Tambang

Ikhsan meminta Bupati Bogor tidak diam diri atas permasalahn tersebut.

“Evaluasi dan copot orang-orang yang bermain dan bermasalah,” tandasnya. (dzik)