Beranda Uncategorized

SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani Minta Maaf Atas Insiden Keracunan Makan Bergizi Gratis

Permohonan maaf Eko Arianto selaku penanggungjawab dari SPPG Bosowa Bina Insani dalam kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal akibat MBG pada Jum'at, 9 Mei 2025.

LIPUTANBOGOR.COM – Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani, Kota Bogor, akhirnya buka suara terkait peristiwa dugaan keracunan massal siswa dan gurunya. Langkah ini dilakukan, menyusul banyaknya siswa yang diduga keracunan pasca menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah Bina Insani pada Rabu (7/5/2025) lalu.

Selama tiga hari itu, tercatat ada 171 siswa dan guru di sekolah yang beralamat di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor yang diduga keracunan MBG. Mayoritas korban, merupakan penerima manfaat yang dipasok SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani.

Baca:  Dukung JM Cawalkot, 35 Mantan Caleg 2024 Bentuk Paguyuban Abdi Bogor

Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Arianto, menuturkan permohonan maaf atas insiden yang melanda siswa dan guru-gurunya. Dia pun menyesali adanya kegaduhan yang belakangan ini terjadi akibat peristiwa siswa dan guru mendadak sakit perut.

“Kami Yayasan Bosowa Bina Insani menyatakan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat siswa dan siswi, serta orang tua siswa penerima manfaat,” kata Eko usai mendampingi Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin sidak di lokasi SPPG Bosowa Bina Insani pada Jumat (9/5/2025).

Baca:  400 Personil Yonif 315/Grd Untuk Satgas Pamrahwan Papua Dilepas Danrem 061/SK

Eko menerangkan bahwa insiden yang belakangan ini terjadi menjadi pelajaran bagi pihaknya. Dia pun memberikan garansi akan melakukan evaluasi secara internal sembari berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Eko pun belum mengetahui pasti akar masalah banyaknya siswa yang terjaring sakit. Tiap kali produksi, Eko mengklaim bahwa pihaknya rutin melakukan uji Organoleptik sebelum MBG didistribusikan.

“Uji Organoleptik adalah setiap makanan yang selesai dimasak itu dicicipi secara keseluruhannya, dan ada sampelnya,” jelas Eko.

Sehingga sampai hari ini, Eko masih menunggu uji lab dari sampel makanan yang dia berikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Baca:  Gunakan Teknologi Paling Canggih, Efisien dan Ramah Lingkungan, PLN Operasikan PLTGU Tambak Lorok 779 MW

Eko memastikan distribusi MBG akan terus berlanjut di sekolah di bawah naungan Yayasan Bosowa Bina Insani.

“Kami juga sudah bergerak mengunjungi beberapa siswa yang terdampak sebagai komitmen dan tanggung jawab kami dengan pelaksanaan program ini,” pungkas Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani.(D2N)