Beranda News Bogor Raya

Tanpa Kompromi! DPRD dan Pemkot Bogor Kompak Larang Operasional Usaha Terlarang Selama Ramadan

LIPUTANBOGOR.COM – Sinergi lintas sektoral diperkuat melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda di Balai Kota Bogor, Rabu (18/2/2026). Pertemuan krusial ini membedah strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.

​Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah preventif Pemkot Bogor. Ia menekankan bahwa kehadiran Surat Keputusan (SK) Wali Kota yang mengatur pembatasan aktivitas usaha merupakan instrumen hukum vital untuk menekan angka kriminalitas dan penyakit masyarakat.

Baca:  Pemkot dan DPRD Kota Bogor Sepakati Tiga Raperda

​”Semoga dengan diterbitkannya SK ini, kondusifitas pelaksanaan ibadah Ramadhan di Kota Bogor secara umum insyaallah akan terlaksana secara baik. Ini butuh dukungan semua pihak, bukan hanya pemerintah, tapi juga aparat penegak hukum dan lapisan masyarakat,” tegas Adityawarman.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengungkapkan bahwa aturan main selama bulan puasa tahun ini telah diputuskan dengan sangat spesifik. Terdapat kategori usaha yang dijatuhi instruksi tutup total dan sebagian lainnya dikenakan pembatasan jam operasional yang ketat.

Baca:  Jaga Kekhusyukan Ramadhan, HMI MPO Cabang Bogor Desak Polresta Bogor Kota Sikat Habis Peredaran Miras dan Obat Terlarang

​“Tadi sudah dirapatkan dan diputuskan, ada beberapa kegiatan usaha yang tidak boleh operasional selama bulan puasa, dan ada yang dibatasi jam operasionalnya. Kebijakan ini diambil semata-mata untuk menghormati kekhusyukan umat Islam,” jelas Denny.

​Selain aspek penegakan hukum, rapat ini juga menaruh perhatian pada sektor ekonomi kerakyatan. Pemkot Bogor berencana memfasilitasi titik-titik strategis bagi UMKM untuk menggelar bazar murah dan pasar takjil.

​”Terkait sentra UMKM, Pak Wali sudah menyatakan ada beberapa lokasi yang bisa dipakai untuk bazar murah. Nantinya akan ada koordinasi lebih lanjut dengan pihak wilayah, kelurahan, maupun instansi terkait lainnya,” pungkas Denny.(D2N)