Beranda News Bogor Raya

Tata Transportasi, Pemkot Bogor akan Maksimalkan LRT Hingga Bangun Jalur Trem

LIPUTANBOGOR.COM – Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim memaparkan sejumlah rencana program mengenai penataan dan penyediaan transportasi publik di kota hujan, salah satunya dengan diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Light Rail Transit (LRT).

“Ke depan nanti Kota Bogor akan berubah. Di antaranya dengan akan masuknya LRT ke Bogor, yang mana fase kedua pembangunan mulai dari Cibubur, Cimanggis, lalu ke Bogor. Stasiunnya akan ada di Baranangsiang. Dalam sehari diperkirakan akan mengangkut 120 orang,” kata Dedie.

Baca:  Pentas PAI Kota Bogor 2019, Wadah Syiar Islam yang Menyenangkan

Dedie menambahkan, sebanyak 30 persen warga diperkirakan akan berpindah moda transportasi dari Commuter Line ke LRT dan sebanyak 40 persen warga Bogor yang biasanya menggunakan kendaraan roda empat akan berubah menjadi penumpang LRT.

“Kenapa 40 persen akan merubah moda transportasi ke LRT? karena pada tahun 2020 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERC). Jadi, dari Bogor ke Jakarta para pengguna mobil, dua kali bayar tol. Ini harus diantisipasi, karenanya Kota Bogor sedang mempersiapkan segala sesuatunya,” jelas Dedie.

Baca:  Malam Takbiran, Pemkot Bogor Lakukan Pemagaran Pasar Blok F

Dedie pun menyampaikan, nantinya di Kota Bogor akan dibangun jalur trem (trem way), mulai dari Terminal Baranangsiang, Tugu Kujang, Jalan Paledang, menyambung ke Taman Topi, lalu ke Jalan Pajajaran dan masuk kembali ke Baranangsiang.

Untuk pembangunan Tol BORR sesi III, direncanakan selesai sampai dengan Jalan Semplak, selanjutnya akan diteruskan hingga Jalan Dramaga sepanjang 8 km, lalu akan tembus ke Tol Antasari Depok.

“Nantinya Pemkot Bogor akan mendapat saham dari PT Marga Sarana Jabar. Jika Kota Bogor aman, damai, dan kondusif insyaallah pembangunannya akan lancar dan presidennya tetap tinggal di Kota Bogor,” ujar Dedie.

Baca:  PPDB Online di Kota Bogor Amburadul, Walikota Minta Sistemnya Dievaluasi

Kepada warga Kota Bogor pada umumnya, Dedie mengharapkan dukungannya atas kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dengan pemerintah pusat.

Selain doa dan dukungan, Dedie mengimbau kepada semua warga Kota Bogor untuk bersabar akibat dampak pembangunan yang akan berjalan.

“Harus sabar karena yangu namanya proses pembangunan pasti memerlukan waktu yang cukup lama dan implikasinya macet,” terangnya. (Heri)