
LIPUTANBOGOR.COM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen organisasi menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor, Selasa (5/5/2026).
Massa menuntut pencopotan jabatan Ketua BAZNAS Kota Bogor terkait dugaan buruknya tata kelola dana umat dan hilangnya independensi lembaga.
Koalisi yang terdiri dari Organ Sekawan, AMBB, Garuda KPP RI Bogor, Gestur, dan JPMI DPW Bogor Raya ini menilai telah terjadi krisis serius yang menyentuh aspek integritas dan transparansi.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti adanya keterlibatan staf amilin dalam kegiatan politik praktis yang dinilai melanggar UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
”Kami tegaskan, PECAT Ketua BAZNAS Kota Bogor jika terbukti gagal menjaga amanah umat. Jangan biarkan lembaga zakat dijalankan tanpa transparansi dan akuntabilitas!” teriak salah satu koordinator aksi di tengah kerumunan massa pada Selasa (5/5).
Selain masalah independensi, massa menyoroti pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang mencapai miliaran rupiah namun dampaknya bagi kaum mustahik dinilai tidak jelas.
Beberapa program seperti pemberdayaan UMKM, ZMart, hingga proyek Zakat Community Development (ZCD) ayam petelur di Kedung Badak dituding menyimpang dari tujuan utama pemberdayaan zakat.
Isu penyalahgunaan dana juga mencuat dalam tuntutan aksi tersebut. Mahasiswa membeberkan adanya dugaan penggunaan dana ZIS di lingkungan UPZ Balaikota Bogor untuk keperluan non-prioritas, seperti pembelian oleh-oleh umroh.
Selain itu, operasional Klinik Ibnu Sina juga dipertanyakan karena diduga belum mengantongi izin resmi.
Menanggapi situasi tersebut, koalisi mahasiswa menyampaikan enam poin tuntutan utama, di antaranya mendesak Wali Kota Bogor untuk mengambil langkah tegas, menuntut audit investigatif independen, serta mengevaluasi total seluruh program yang bermasalah.
Koordinator aksi menyatakan bahwa permasalahan ini bukan sekadar kekhilafan administratif, melainkan indikasi kegagalan sistemik.
Ia menjelaskan bahwa jika aspirasi ini tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya akan membawa temuan ini ke jalur hukum yang lebih tinggi.
”Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan melaporkan dugaan ini kepada KPK dan BPK, serta melakukan aksi lanjutan ke kantor BAZNAS RI,” tegasnya sebagai penutup orasi.
Aksi yang berlangsung tertib namun dijaga ketat oleh aparat kepolisian ini berakhir sore hari, dengan ancaman ultimatum bahwa mahasiswa akan kembali dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka diabaikan.(D2N)




