LIPUTANBOGOR.COM – Musim kemarau yang diiringi cuaca panas terik kerap menimbulkan rasa tidak nyaman sekaligus meningkatkan polusi debu di sekitarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam aksi sederhana namun bermanfaat, yakni “Gerakan Buang Air ke Jalan” pada tengah hari.
Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Ronny Khunaefi, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membantu menurunkan suhu lingkungan, mengikat partikel debu, hingga mendorong percepatan proses penguapan demi memancing datangnya hujan.
”Di saat musim kemarau, udara terasa sangat panas dan hujan belum kunjung turun. Melalui gerakan ini, kita mengajak masyarakat ramai-ramai menyiramkan satu ember air ke jalanan di depan rumah atau tempat usaha masing-masing saat matahari sedang terik,” ujar Ronny Khunaefi, Sabtu (24/10/2026).
Ronny menegaskan, masyarakat tidak perlu menggunakan air bersih yang sejatinya penting untuk kebutuhan konsumsi harian. Gerakan ini justru mengoptimalkan pemanfaatan air bekas pakai atau greywater.
”Sangat penting diperhatikan bahwa kita tidak perlu menggunakan air bersih. Cukup gunakan air bekas cucian pakaian atau air bekas cucian kendaraan. Sedikit air yang kita buang ke jalan ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Ronny menguraikan dua manfaat utama dari aksi ini adalah pembersihan udara yaitu air yang disiramkan ke jalan akan menguap ke udara sekaligus mengikat partikel-partikel debu yang berterbangan, sehingga kualitas udara di lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan segar.
Kemudian, masih kata Ronny, bisa mendorong pembentukan awan. Maksudnya, penyiraman yang dilakukan secara masif pada tengah hari saat terik matahari berada di puncaknya akan mempercepat proses penguapan air ke udara. Uap air tersebut nantinya menggumpal menjadi awan dan memancing terjadinya presipitasi atau turunnya hujan.
”Bayangkan jika jutaan warga menyiramkan satu ember air bekas ke jalan secara bersamaan pada siang hari. Proses penguapan akan terjadi sangat cepat dan akumulasi uap air ini diharapkan mampu memancing turunnya hujan. Bersama-sama, kita bisa mengambil peran kecil yang berdampak nyata bagi kota kita,” pungkas Ronny.(D2N)





