Beranda News Bogor Raya

Viral Video Penganiayaan Pria Dicambuk, Polisi Datangi Kantor KPPG Bogor

Keterangan foto tangkapan layar video viral penganiayaan di KPPG Bogor dari IG @bogordailynews

LIPUTANBOGOR.COM – Kepolisian setempat langsung mendatangi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor guna melakukan pemeriksaan usai beredarnya video penganiayaan yang memperlihatkan aksi pencambukan antar-pria di lokasi tersebut. Video aksi kekerasan itu mendadak tular di media sosial dan memicu perhatian publik.

​Dalam video yang diunggah akun Instagram @bogordailynews, tampak suasana di sekitar kantor KPPG Bogor saat aparat kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti serta keterangan awal.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, ​Kepala KPPG Bogor, Haidir, membenarkan adanya insiden kekerasan tersebut di wilayah kerjanya. Ia menjelaskan bahwa dua pria yang terlibat aksi penganiayaan itu merupakan pejabat pelaksana dari luar daerah.

Baca:  Penemuan Mayat Pemulung di Kedung Badak Gegerkan Warga
Keterangan foto tangkapan layar visual dari IG @bogordailynews, saat pihak KPPG Bogor, Haidir menyampaikan kepada awak media pada Kamis malam (15/10).

​”Itu perselisihan dua SPPG dari Purwakarta, cuma kejadiannya di Kota Bogor,” kata Haidir yang dikutif dari video medsos @Bogordailynews pada Kamis malam (15/10).

Haidir mengungkapkan, kedua pria tersebut menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Purwakarta, Jawa Barat.

Kedatangan mereka ke kantor KPPG Bogor semula untuk mengurus keperluan pekerjaan. Namun, perselisihan di antara keduanya justru memuncak hingga berujung pada tindakan pencambukan.

​”Saya nggak tahu ya apa mereka ada masalah di luar lapangan,” ujar Haidir menambahkan, seraya mengaku tidak mengetahui motif mendasar di balik perseteruan tersebut.

Baca:  Bantuan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Tahap 3 Tahun Anggaran 2021 Desa Gobang

​Meski pihak KPPG Bogor menyebut insiden berawal dari perselisihan personal, kedatangan aparat kepolisian ke lokasi menjadi penanda bahwa peristiwa ini ditangani secara serius guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana penganiayaan.(D2N)
​