Beranda News Bogor Raya

Alun-Alun Kota Bogor Semrawut, Macet dan PKL Semakin Menjamur

Suasana dipinggiran Alun-Alun Kota Bogor, Semakin semrawut dengan kemacetan, PKL pada Kamis (6/4/23)

LIPUTANBOGOR.COM – Proyek alun-alun Kota Bogor, yang dahulunya adalah Taman Topi, dibangun dengan biaya yang tak sedikit dan merupakan bantuan dana dari pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat, awalnya sangat diapresiasi warga, namun dalam perjalanan waktunya, kini dinilai pemandangannya mulai kumuh dan semrawut, khususnya di sepanjang Jalan Dewi Sartika yang keberadaannya persis disisi alun-alun tersebut.

Berdasarkan kondisi di lapangan, seyogyanya di sepanjang Jalan Dewi Sartika disisi alun-alun tersebut, diperuntukan sebagai lahan parkir, bagi pengunjung termasuk para pembeli dari toko-toko yang di sebrangnya, sementara sore harinya, di sebrang lahan parkir tersebut, dapat dijadikan sentra kuliner.

Baca:  Dugaan Kampanye Hitam, APK Paslon Dedie-Jenal Dirusak: Tim Hukum Desak Bawaslu Bertindak

Namun, existingnya, ternyata kedua sisi sepanjang Jalan Dewi Sartika itu, sudah bercampur baur dipenuhi para pedagang sehingga menutupi lahan parker bagi pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Warga masyarakat berharap agar pihak pemkot Bogor, dapat segera mengatasi kesemrawutan sekita alun-alun tersebut.

“Kami sudah bangga dengan adanya alun-alun sekarang ini. Tapi, kondisinya sudah mulai semrawut, dan dipenuhi berbagai kepentingan baik oleh para pedagang termasuk kondisi lahan parkir yang semakin terbatas,” keluh Fadil, warga Paledang, yang kesehariannya menggunakan kereta ke tempat kerjanya di Jakarta pada Kamis, 6 April 2023

Baca:  Isu Skandal Perselingkuhan Sesama Karyawan Kembali Mencuat di Perumda Tirta Pakuan

Menanggapi maraknya keberadaan para pedagang kuliner termasuk PKL yang seolah berebut lahan dengan pengguna kendaraan untuk parker, sehingga membuat kondisi semrawut, ditanggapi serius oleh kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian, Atep Budiman.

Dikutip dari media Rakyat Bogor, Atep menjelaskan, diseputaran alun-alun, arahnya ke penertiban. Selaras dengan program pembangunan infrastruktur di jalan Dewi Sartika, Nyi Raja Permas dan Sky Bridge di area stasiun KRL.

“Di wilayah sepanjang jalan Dewi Sartika, Nyi Raja Permas dan Sky Bridge area stasiun kereta itu, akan ditertibkan sesuai dengan program pembangunan infrastruktur disana. Para pedagang termasuk PKL nya, nantinya diarahkan untuk masuk ke area pasar Anyar, sesuai dengan tempat dan fungsi nya,” Jelasnya.

Baca:  SOFT OPENING "HOLYWINGS BOGOR" The Ist Holywings Cafe in Indonesia

Diharapkan, dalam waktu sesegera mungkin, tim gabungan dari pemkot Bogor yang akan melibatkan dinas terkait, masing-masing dishub, SatPol PP, dan dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian, ermasuk aparat TNI dan Polri, akan segera menertibkannya. (D2N)