
LIPUTANBOGOR.COM – Komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam memodernisasi infrastruktur transportasi publik terus dikebut. Terminal Bubulak di Kecamatan Bogor Barat kini bersiap memasuki babak baru lewat proses Revitalisasi Tahap II yang dijadwalkan mulai digarap pada Juni atau Juli 2026 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengungkapkan bahwa saat ini proyek tersebut tengah memasuki fase krusial, yakni proses lelang.
”Ya, saat ini masih tahap lelang. Kami memperkirakan proses ini berjalan sekitar satu bulan ke depan. Begitu pemenang kontrak ditentukan, langkah-langkah strategis akan langsung diambil agar pengerjaan fisik bisa segera dimulai pada Juni atau Juli,” ujar Sujatmiko kepada awak media, Senin (11/5/2026).
Senada dengan Sujatmiko, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor, Rudi Partawijaya, menjelaskan bahwa seluruh detail perencanaan proyek ini telah matang setelah melalui proses selama lima bulan.
”Target kami, setelah lelang selesai, pengerjaan fisik akan dikebut agar rampung sepenuhnya pada November atau Desember 2026,” tegas Rudi.
Pada tahap kedua ini, anggaran sebesar Rp6,3 miliar telah dialokasikan untuk menyulap lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut menjadi lebih fungsional. Perubahan signifikan akan terlihat pada pembangunan sejumlah fasilitas penunjang utama, di antaranya:
Gedung UPTD Terminal yang lebih modern.
Shelter penumpang yang nyaman.
Fasilitas ibadah (Masjid).
Area foodcourt untuk pemberdayaan UMKM.
Deretan kios loket yang lebih tertata.
Rudi menekankan bahwa tujuan utama dari revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan peningkatan kualitas layanan transportasi publik agar lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat Bogor.
Meski progres terus berjalan, Rudi mengakui bahwa untuk mewujudkan revitalisasi total sesuai desain ideal, dibutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. Namun, untuk saat ini Pemkot Bogor memilih bergerak cepat dengan skala prioritas.
”Untuk revitalisasi menyeluruh memang butuh sekitar Rp15 miliar. Namun, saat ini kita maksimalkan anggaran yang ada untuk membangun fasilitas yang paling mendesak dan menjadi prioritas pelayanan publik,” pungkasnya.(D2N)




