Beranda News Bogor Raya

BMH Ungkap Dugaan Mark-up Pembebasan Lahan Reservoar Jabaru

Perumda, Tirta Pakuan, Kota Bogor
Kantor Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor

LIPUTANBOGOR.COM – Proyek pembebasan lahan untuk Reservoar Jabaru oleh PDAM (Perumda) Tirta Pakuan Pakuan Kota Bogor dinilai janggal. Hal itu diungkapkan oleh Ketua LSM BMH (Barisan Monitoring Hukum), Irianto, S.H dalam legal opinion.

Dalam keterangan persnya, LSM BMH menduga adanya mark-up oleh Perumda Tirta Pakuan dalam pembebasan lahan seluas 2 X 1500 M2 untuk Reservoar Jabaru yang berlokasi di Pasir Kuda, Kota Bogor.

“Markup harga zaman itu tidak rasional, amat sangat gila,” ungkap Irianto saat ditemui tim Liputan Bogor, Minggu (19/7/2020).

Baca:  BI Siapkan Uang Tunai Rp 1,5 Miliar di Bazar Murah

Dia mengungkapkan, Pihak Direksi Perumda Tirta Pakuan menawar langsung ke pemilik tanah dengan alasan agar lebih murah. Akan tetapi, lanjut Irianto, tetap belanja tanah/lahan menggunakan mekanisme Appraisal dalam standarisasi harga, untuk menghilangkan kecurigaan Publik.

“Sah-sah saja, (sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh pula),” sebut Ketua LSM BMH.

Dalam kajiannya, dia menyebutkan bahwa, lahan di Jabaru, Pasir Kuda seluas 2 x 1500 M2 tersebut, dibeli oleh PDAM Kota Bogor pada 1 (satu) orang bernama berlatar belakang partai politik. Padahal, lanjut dia, rentetan Peristiwa tanah/lahan tersebut ada 4 nama, namun dalam proses pembebasan tersebut di atas-namakan 1 orang.

Baca:  Presiden Solat Ied di Jakarta, Bima - Dedie di KRB

“Inilah yang di sebut faktor Perbuatan Melawan Hukum, dari sisi 4 (empat) Obyek dibuat 1 (satu) transaksi,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Humas Perumda Tirta Pakuan belum memberikan keterangan terkait pembebasan lahan tersebut. Tim Liputan Bogor masih berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mendapat keterangan labih lanjut. (Dan)