LIPUTANBOGOR.COM – Walikota Bogor, Dedie Rachim, membongkar habis dugaan skandal suap yang melibatkan oknum internal Satpol PP Kota Bogor. Tidak main-main, praktik lancung ini diduga melibatkan jajaran Komandan Pleton (Danton) hingga Komandan Regu (Danru) yang menerima setoran ilegal dari para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Dengan nada bicara berang, Dedie menegaskan bahwa dirinya telah mengantongi bukti-bukti awal mengenai keterlibatan para komandan lapangan tersebut.
”Danton dan Danru terima duit, (laporannya) sampai ke saya! Hal-hal memuakkan seperti ini harus dihentikan dan menjadi perhatian serius!” tegur Dedie dengan nada keras pada Selasa (7/7).
Skandal ini terendus setelah gelombang aduan masyarakat membanjiri sistem Pemkot Bogor. Mulai dari aplikasi Sibadra, pesan singkat WhatsApp, hingga pesan langsung (DM) di Instagram resmi pemerintah. Menanggapi amarah publik, Dedie langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada Kepala Satpol PP, Pupung Purnama, untuk melakukan pembersihan dan evaluasi total tanpa pandang bulu.
”Aduan pertama kali masuk ke aplikasi Sibadra. Bukan hanya itu saja, tapi merembet ke WhatsApp, DM Instagram, dan banyak kanal lainnya. Kami catat semua pengkhianatan ini. Jika terbukti benar ada suap, tidak ada ruang ampun. Kami ambil langkah paling runtuh dan tegas!” ancam Dedie.
Sikap tanpa kompromi ini bukan sekadar gertakan sambal. Pemerintah Kota Bogor membuktikan komitmennya dengan melakukan evaluasi radikal secara internal.
Kasus suap PKL ini menjadi puncak gunung es dari rentetan pelanggaran moral yang sebelumnya menjerat eks Kepala Satpol PP sebelumnya hingga kasus gadai SK massal oleh oknum Kepala Subbagian.
Nasib yang sama kini mengintai para Danton dan Danru jika terbukti menerima uang haram dari PKL.
”Evaluasi total sudah berjalan. Peringatan bagi siapa saja: kalau memang ada personel yang sudah tidak mampu menjaga integritas dan mendukung kinerja Satpol PP, tentu kami tidak akan main-main. Angkat kaki, atau kami pecat!” pungkasnya secara tegas. (D2N)





