Beranda News Bogor Raya

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Bogor Giat Bimbang Teknis CHSE

LIPITANBOGOR.COM-Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) dengan menggunakan Dana Hibah dari Kemenparekraf 2020, yang diikuti pesertanya adalah HRD Hotel dan Restoran Se-Kota Bogor. ini berlangsung dari tanggal 18-20 November 2020 di Asana Grand Pangrango Hotel Jalan Raya Padjajaran Kota Bogor.

Kasi Analisa Data, Informasi dan Usaha Jasa Sarana Pariwisata pada Disparbud Kota Bogor Bambang Triwahjudi menuturkan, tujuan dilaksanakannya Bimbingan Teknis ini adalah untuk mengakomodir rekan-rekan di Hotel dan Restoran sebagai pengembangan SDM dalam hal pengetahuan tentang CHSE.

“Kita berharap¬†dengan dilaksanakannya Bimtek ini untuk divisi-divisi yang dipilih kedepannya bisa memiliki pengetahuan tentang kebersihan serta penanganan Covid-19, seperti Divisi HRD yang sekarang sedang mengikuti pelaksanaan bimtek ini. Tidak semuanya Divisi kita akomodir, karena terkait anggaran juga yang tidak begitu banyak,” tutur Bambang, disela pelaksanaan Bimtek CHSE pada Rabu, (18/11/20) siang.

Baca:  Malam Takbiran, Pemkot Bogor Lakukan Pemagaran Pasar Blok F

Lebih jelas, Bambang menambahkan, Hanya ada beberapa Divisi dari Hotel dan Restoran yang diberikan kesempatan untuk mengikuti bimtek ini kedepannya, untuk Hotel seperti Divisi Hrd, Housekeeping, Front Office ( FO ), Enginering, Food and Beverage Service, Food and Beverage Product, Accounting, Purchasing, Sales Marketing, sedangkan untuk Restoran hanya ada  6 divisi yang diakomodir untuk bimtek ini.

“Dan output dari pelaksanaan bimtek kedepannya, selain dari bisa menambah wawasan juga persiapan ketika mengajukan dalam peningkatannya sertifikasi Profesi inilah dasarnya. Dan kemungkinan materi yang diberikan adalah yang diujikan dalam sertifikasi profesi juga, dan saya berharap kedepannya untuk SDM Pariwisata khususnya di sektor CHSE ini. Karena kedepannya bukan hanya bisnis perhotelan atau restoran saja yang, tapi justru bisnis kebersihan serta keamanan, mungkin akan menjadi produk andalan baru di dalam dunia perhotelan dan restoran,” ungkap Mardiyanto kepada media seusai berikan materi Bimtek CHSE dihari kedua, Kamis ( 19/11/2020)

Baca:  Bermasalah, Kopma GPII Desak Bupati Hentikan Proyek Pembangunan di RSUD Leuwiliang

Salah seorang Narsum dalam kegiatan Bimtek ini adalah Anggota DPRD Kota Bogor Mardiyanto yang bertugas di Komisi II membidangi perekonomian dan keuangan seusai pemberian materi “Strategi Pemulihan Ekonomi Di Era Pandemic “. Menurutnya, dalam situasi sekarang ini ketika para pelaku usaha di bidang perhotelan dan restoran mendapatkan dalam bentuk dana hibah atau dana lainnya, harus segera diputarkan secara maksimal atau kata lain dibelanjakan.

” Dengan dibelanjakan, otomatis perputaran roda ekonominya akan terlihat dengan proses transaksi secara pasti akan kembali dengan cepat baik dalam bentuk barang atau apapun. Terkait dana hibah yang diberikan untuk pelaku usaha baik perhotelan maupun restoran dimasa pandemik ini, kalau saya pribadi melihatnya dari kacamata bisnis saja, dan kalau bisa dana tersebut jangan diberikan secara konsumtif. Karena kalau dilihat secara regulasinya sudah betul dengan distribusi dari mulai bawah, secara perorangan kemudian kepada para pelaku UMKM dan ending untuk para pelaku usaha dibawah naungan perusahaan atau skala besar,” imbuh politisi dari partai PKS dapil Bogor Selatan.

Baca:  ASN Kota Bogor Kembali Bekerja, Pemkot Gelar Halal Bihalal

Salah seorang peserta Bimtek CHSE, Kawitan Budi santoso sebagai pengelola dari Shabugram Resto ini sangat mengapresiasi dengan pelaksanaan Bimtek CHSE yang diinisiasi oleh pihak Disbudpar Kota Bogor dengan target pihak Hotel dan Restoran.

“Sangat bagus banget, karena banyak pengetahuan yang awalnya kita tidak pernah tahu sebelumnya. Diberikan wawasan yang harus dijalankan dalam usaha hotel maupun resto secara proforsional sesuai ketentuan yang sudah baku, apalagi disini dibahas tentang kebersihan yang sudah menjadi harga mati untuk para pengusaha yang bergerak dalam bidang Hotel maupun Resto. Ketika lokasi usaha kita kotor atau kurang higienis, tentunya akan sangat berpengaruh bagi para tamu atau pengunjung ke tempat usaha kita,” pungkasnya. (Z)