Liputanbogor.com, Jakarta – Diphoria Fest 2025 ditutup dengan meriah di Jakarta Concert Hall, MNC Tower Jakarta. Festival yang mengusung tagline “Echoes of Harmony, Waves of Heritage” ini menampilkan dua guest star spesial, Raissa Anggiani dan Reality Club, yang membawakan lagu-lagu populer mereka.
Diphoria Fest adalah singkatan dari Dian Didaktika Project Harmony in Creativity Festival, sebuah kegiatan yang dirancang untuk mengapresiasi minat dan bakat siswa TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Tahun ini, festival mengangkat tema utama Kebudayaan Nusa Tenggara Timur dan menampilkan berbagai kegiatan, termasuk WonderTales Art & Music Exhibition, Dian Didaktika Sports Competitions, dan Dian Didaktika Islamic Festival.
Penutupan festival ini mengusung tema “Tasi Taan Nuan” atau “Laut yang Memberi, Seni yang Menghargai” dan dimeriahkan oleh drama musikal kolaborasi siswa dari KB-TK, SD, SMP, hingga SMA. Penonton dibuat larut oleh penampilan Raisa Anggiani dan Reality Club, yang membawakan lagu-lagu andalannya.

Ketua Umum Yayasan Dian Didaktika, Dra. Prabawati, menegaskan bahwa festival ini bukan hanya momentum perayaan, tetapi juga perjalanan pembelajaran.
“Kami sangat bangga dengan Diphoria Fest 2025 karena sepenuhnya dirancang, dikelola, dan dipimpin oleh siswa SMP dan SMA dengan bimbingan para guru,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Naola Nadzka Rumiudi (SMP) dan Melani Puti Maharani (SMA), menambahkan bahwa festival ini menjadi ruang pembelajaran kolaborasi yang nyata.
“Diphoria Fest 2025 merupakan ajang berharga bagi kami untuk belajar bekerja sama dengan harmonis dan kreatif,” ungkap keduanya.
Selain itu, Jasmine Mutiara Cinta, Ketua OSIS SMA sekaligus produser acara, menuturkan bahwa festival perdana dengan skala masif ini penuh tantangan.
“Dari Diphoria Fest 2025 kami belajar pentingnya berkomunikasi, saling menghargai, dan bagaimana mengalah sebagai bentuk kemenangan bersama,” jelasnya.
Ia juga berharap, dengan kolaborasi lintas jenjang dan dukungan guru, festival ini diharapkan terus menjadi ruang berkarya bagi generasi muda, sejalan dengan tagline “Echoes of Harmony, Waves of Heritage”.





