Beranda News

Dua Kali Banjir, Warga Keluhkan Proyek Kolam Retensi di Bogor Utara

Banjir, Warga, Kolam Retensi, Tanah Baru
Pemukiman Warga Kampung Keramat yang terdampak proyek Kolam Retensi di Tanah Baru, Bogor Utara. (doc. LEAD.co.id)

Liputan Bogor – Proyek Pembuatan Kolam Retensi di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara menuai masalah baru bagi warga sekitar. Pasalnya, sejak dimulai proyek tersebut, telah terjadi banjir besar sebnyak dua kali yang berakibat puluhan rumah warga sekitar mengalami kerusakan.

Kwatno, selaku Ketua RT 005 di Kampung Keramat, Kelurahan Tanah Baru mengungkapkan, keberadaan Proyek Kolam retensi sampai saat ini menimbulkan rasa khawatir setiap warga. Terlebih warga yang punya aktivitas pekerjaan di luar, akan merasa tidak tenang.

“Rasa khawatir menyelimuti kami semua warga disini, karena ketika hujan pasti akan banjir dan tentunya warga semakin tidak tenang,” kata Kwatno seperti dikutip LEAD.co.id, Selasa (11/2/2020).

Baca:  PSI Kota Bogor Sterilisasi Fasilitas Umum dan Berbagi Kangkung

Dengan kejadian dua kali terdampak banjir kemarin, warga menjadi semakin was-was dan tidak nyaman. Sebelumnya, kata dia, jika pun terjadi banjir paling hanya semata kaki, tapi sejak ada proyek tersebut, banjir terjadi dua kali sampai pinggang orang dewasa.

Proyek Kolam Retensi diketahui merupakan hibah dari Pemprov DKI senilai 9 miliar, untuk mencegah atau mengurangi dampak banjir. Namun demikian, terang Kwatno, sampai saat ini keberadaan proyek itu belum terasa manfaatnya bagi masyarakat sekitar, bahkan sebaliknya menimbulkan masalah baru, yaitu banjir.

Baca:  BMH Ungkap Dugaan Mark-up Pembebasan Lahan Reservoar Jabaru

“Terkait amdalnya juga saya belum melihat ada realisasinya disini, apalagi semenjak tanggal 1 bulan ini, dua kendaraan alat berat (beko) tidak beroperasi sama sekali. Informasi yang didapat dari pihak operatornya, bahwa belum ada pembayaran terkait penggunaan alat berat tersebut dari pihak pengembang yang secara pribadi langsung kami tanyakan,” ucap Kwatno.

Dia juga menyayangkan, meski sudah ada instruksi dari Walikota Bima Arya kepada instansi terkait saat sidak beberapa waktu lalu, sampai sekarang hanya ada dari Dinas PUPR ke lokasi, itupun hanya sebentar datang langsung pergi tanpa ada komunikasi dengan RT/RW setempat.

Baca:  Pemkot Bogor Rencanakan Lock Down, Kebutuhan Hidup Dipertanyakan

“Saya mewakili warga disini, berharap kepada pemerintahan Kota Bogor untuk sesegera mungkin menyelesaikan proyek ini, karena dampaknya kami disini yang merasakan. Termasuk 26 rumah retak akibat paku bumi belum sama sekali terealisasi, apalagi banjir yang tidak ada respon apalagi tanggap bencana dari pihak Kelurahan atau Kecamatan di wilayah ini,” pungkasnya. (Red)