Beranda Opini

Etika Bisnis Ala Rasulullah SAW

Sumber foto : swa.co.id

Oleh : Jamilah (Mahasiswi STEI SEBI, Depok)

Bagi kalian yang sedang ingin merintis sebuah bisnis atau sudah memiliki bisnis, maka Rasulullah lah panutan kita. Selain sebagai kepala negara, seorang Nabi, Rasulullah juga seorang pebisnis yang sukses. Pada saat itu beliau menjajakan dagangan milik Khadijah ke Madinah. Dalam berbisnis, banyak sekali nilai-nilai yang beliau contohkan dalam berbisnis, diantaranya adalah jujur.

Rasulullah SAW akan memberitahukan apabila ada kecacatan di barang dagangannya, bahkan beliau memberi tahukan harga pokok serta keuntungan yang akan beliau dapatkan. Hal inilah yang menjadi nilai lebih di mata pelanggan, mereka sepenuhnya percaya kepada Rasulullah SAW. Dan ini pulalah yang menjadikan Rasulullah mendapatkan keuntungan besar, Khadijah sendiri terheran-heran karena baru kali ini Khadijah mendapatkan keuntungan yang begitu besar yaitu dari Rasulullah SAW.

Tak heran jika Rasulullah terkenal dengan sebutan Al Amin, banyak sekali pedagang yang iri kepada Rasulullah SAW, pada suatu waktu pernah para pedagang datang lebih dahulu ke pasar, lalu mereka menjual barang dagangannya dengan harga sangat murah, hal ini dikarenakan agar jika nanti Rasulullah datang, maka tidak ada lagi yang akan memberi dagangan beliau. Tapi, qadarullah ketika Rasul sampai ke pasar, ternyata pasar sudah sepi. Hal ini dikarenakan para pedagang sudah habis dagangannya dan pulang lebih awal.

Baca:  TIDAK MENGAPA

Maka tinggallah Rasulullah seorang diri berjualan di pasar. Pada saat itu datang beberapa pengunjung yang belum berbelanja di pasar dan ada pula yang membeli untuk kebutuhan di esok hari, mendapati yang berjualan hanya Rasulullah seorang, maka mau tidak mau mereka membeli barang dagangan Rasulullah sehingga barang dagangannya habis.

Pada keesokan harinya, para pedagang lain yang iri kepada Rasulullah sudah berada di pasar lebih awal dan mereka menjual barang dagangan dengan harga sangat mahal, karena mereka berfikir bahwa kemarin Rasulullah rugi dan hari ini tidak berjualan. Namun, diluar dugaan ternyata Rasulullah datang berdagang seperti biasanya dan menjual dengan harga yang wajar, maka dari itu, semua konsumen di pasar membeli segala kebutuhannya kepada Rasulullah dan habislah semua barang dagangan Rasulullah hari itu.

Baca:  Akhlak Terhadap Informasi

Iniah salah satu bukti bahwa kejujuran dan kebaikan kita akan mendatangkan kebaikan untuk kita sendiri. Sedangkan kejahatan pasti akan dibalas dengan sesuatu yang setimpal. Sudah kita pastikan bahwa penjual yang iri kepada Rasulullah akan rugi 2 kali lipat, inilah mengapa kita harus menghindari rasa iri dan dengki. Terutama dalam berbisnis, karena bisnis itu sendiri harus berlandaskan kerjasama.

Sebagai seorang pebisnis, banyak sekali sikap yang bisa kita teladani dari Rasulullah SAW agar menjadi pebisnis yang sukses diantaranya adalah jujur dan transparansi. Para pembeli akan melihat kita sebagai penjual bukan hanya dari barang dagangan yang kita jual, tapi juga sikap dan prilaku kita, mereka akan menjadi pembeli setia kita karena puas dengan pelayanan yang kita berikan.

Baca:  Malu jadi Benalu

Inilah mengapa bisnis harus dibarengi dengan etika, etika yang baik sudah dicontohkan Rasulullah, maka dari itu mulailah dengan diri kita sendiri karena etika dengan bisnis tidak bisa dipisahkan.

Percuma kita memiliki bisnis besar tapi etika kita sendiri tidak baik. Konsumen tahu mana perusahaan yang akan ia beli dan menjadi langganannya, intinya Rasulullah berbisnis menggunakan etika yang baik sehingga keuntungan selalu menghampirinya bahkan tidak sesuai dugaan. Marilah kita mencontoh etika bisnis ala Rasulullah saw agar bisnis kita sukses dunia akhirat, tidak hanya mencari keuntungan semata tapi juga mencari berkah.