LIPUTANBOGOR.COM – Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menggelar Diskusi Publik dengan tema ‘Rekonsiliasi Umat, Merawat Ukhuwah : Menjaga Persatuan dalam Kebhinekaan’ di Aula M. Natsir, Sekretariat PP GPII, Jalan Menteng Raya nomor 58, Jum’at (9/8).
Ketua Umum Kopma GPII, M. Husni Hasan mengatakan Kopma GPII konkrit dalam perjuangannya terus memberikan performa solusi dan saran melalui diskusi.
“Pemaparan dalam diskusi tersebut secara garis besar berbicara mengenai persatuan indonesia pasca pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Pileg DPR RI, Propinsi, Kota/Kabupaten dan DPD RI yang bersama-sama telah dilaksanakan dalam agenda Pesta Demokrasi Pilkalda Serentak 2019,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pasca selama pilkada serentak yang telah
dilaksanakan harus dijadikan sebuah pembelajaran dan diambil hikmah bagi semua kalangan.
“Situasi yang terjadi pada saat itu begitu panas, bagaimana mempertontonkan ke
egoisan perspektif,saling serang satu dengan yang lain sebab karena beda pilihan menimbulkan kericuhan dikalangan elit hingga bawah sehingga menimbulkan korban yang
mana masyarakat hanya ikut terbawa dan terlena dalam arus politik adu domba,” paparnya.
Maka dalam dinamika yang selama ini terjadi, lanjutnya, Kopma GPII bersama-sama mengajak kembali kepada masyakarakat untuk saling rukun dan damai menjaga persatuan indonesia dalam kebhinekaan.
“Menjaga persatuan Indonesia tidak bisa sendiri dilakukan dari kalangan masyarakat saja tapi pemerintah harus ikut juga menjadi mediasi dalam terbentuknya Ukhuwah Umat,” katanya.
Semboyan Bhineka tunggal ika, tambahnya, sudah bagian dari sejarah kebudayaan Indonesia yang mencerminkan nilai berbeda-beda namun tetap satu jua.
“Filosofi ini menunjukan hasrat persatuan Indonesia harus di wujudkan dengan gotong royong, mendukung dan bersama-sama berkerja tanpa memperlihatkan perbedaan ras atau golongan dalam membangun Indonesia maju kedepan,” jelasnya.
Korps Mahasiswa GPII mengharapkan kepada masyakarat untuk
mensudahi mainset kubu-kubuan dan hilangkan batas-membatasi diri dengan yang lain. Jakarta sebagai Ibukota harus mengawali lebih dulu menyatukan persatuan indonesia selaras.
Dalam diskus ini menghadirkan Masri Ikoni selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dan Pengamat bidang pertahanan dan Keamanan, Miftahuddin. (J)





