LIPUTANBOGOR.COM – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan nilai jual beras sehat produksi Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duwur, Mulyaharja, Bogor, tim ahli dari Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan (SJMP) Sekolah Vokasi (SV) IPB University menggelar kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Terpusat dan Terpadu di Kelurahan Mulyaharja, Bogor, Snin (30/9/2024). Kegiatan ini berfokus pada optimalisasi mutu dan pengemasan produk beras, dengan tujuan utama menghasilkan beras sehat berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar.
Tim yang terdiri dari Made Gayatri Anggarkasih STP., MSi., Ai Imas Faidoh Fatimah STP., MP., MSc., Mrr.Lukie Trianawati, STP., MSi., Rianti Dyah Hapsari, STP., MSc., dan Aulia Irhamni Fajri SPt., MSc., bersama dengan beberapa perwakilan mahasiswa, memberikan pelatihan mendalam mengenai teknik-teknik kunci untuk meningkatkan kualitas beras. Pelatihan ini mencakup:
- Praktik penggunaan vacuum sealer: Teknologi ini membantu menjaga kualitas beras dengan mencegah kerusakan akibat kelembaban dan hama, sehingga memperpanjang umur simpan dan mempertahankan kesegaran beras.
- Pemilihan kemasan berkualitas pangan: Penggunaan kemasan yang tepat sangat penting untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kualitas beras selama penyimpanan dan distribusi.
- Pelabelan yang informatif dan sesuai standar: Hal ini untuk memastikan bahwa label produk beras sehat KTD Lemah Duwur memuat informasi yang jelas dan lengkap sesuai peraturan, serta menarik bagi konsumen.

“Peningkatan kualitas beras tidak hanya bergantung pada proses produksi di sawah, tetapi juga pada penanganan pascapanen yang tepat,” ungkap Made Gayatri Anggarkasih, STP., MSi., ketua tim dosen PPM Mulyaharja SJMP 2024. “Dengan menerapkan teknik pengemasan dan pelabelan yang baik, kita dapat memastikan beras sehat KTD Lemah Duwur sampai ke tangan konsumen dalam kondisi prima, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk.”
Ketua KTD Lemah Duwur, Bapak Muhamad Aneng, menyambut baik inisiatif ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih memahami pentingnya menjaga kualitas beras dari hulu hingga hilir. Kami yakin, dengan menerapkan ilmu yang kami dapatkan, beras sehat kami akan semakin diminati pasar,” ujarnya optimis.
Penyuluh Desa Kelurahan Mulyaharja, Bapak Ahmad Faisal, juga turut mengapresiasi kegiatan ini. “Ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kualitas produk pertanian lokal dan memberdayakan petani. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya,” katanya.
Dengan bekal pengetahuan dan teknologi yang diberikan, KTD Lemah Duwur diharapkan mampu menghasilkan beras sehat berkualitas tinggi yang memenuhi standar keamanan pangan, berdaya saing di pasar, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. IPB University terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. (*)





