Beranda News Bogor Raya

Jaga Kekhusyukan Ramadhan, HMI MPO Cabang Bogor Desak Polresta Bogor Kota Sikat Habis Peredaran Miras dan Obat Terlarang

LIPUTANBOGOR.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bogor secara tegas mendesak Polresta Bogor Kota untuk melakukan tindakan nyata dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang.

Langkah ini dinilai krusial guna menjaga ketertiban umum dan kesucian momentum bulan suci Ramadhan di wilayah Kota Bogor.

​Ketua Umum HMI MPO Cabang Bogor, Bhakti Setya Legawa, menyatakan bahwa desakan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi mahasiswa dalam melindungi generasi muda dari ancaman kriminalitas.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus bertindak terukur untuk menekan angka penyakit masyarakat yang kerap meningkat menjelang bulan puasa.

Baca:  Tanpa Kompromi! DPRD dan Pemkot Bogor Kompak Larang Operasional Usaha Terlarang Selama Ramadan

​Bhakti menilai, peredaran miras dan obat-obatan terlarang bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan pemicu utama kerusakan sosial.

Ia menyoroti banyaknya kasus kenakalan remaja di Kota Bogor, seperti tawuran dan pencurian, yang seringkali bermula dari pengaruh zat adiktif.

​Bhakti menegaskan bahwa hilangnya kontrol diri akibat alkohol dan obat terlarang menjadi faktor pendorong utama terjadinya tindak kekerasan di jalanan. Oleh karena itu, pencegahan di hulu yakni memutus rantai peredaran menjadi harga mati.

​“Penegakan hukum yang konsisten akan memberikan pesan kuat bahwa Kota Bogor tidak memberi ruang bagi praktik yang merusak masa depan generasi muda. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat ketertiban sosial, bukan justru diwarnai meningkatnya kriminalitas akibat miras,” tegas Bhakti dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Baca:  1.300 Personil Gabungan Disiapkan untuk Pengamanan Nataru di Kota Bogor

​HMI MPO Cabang Bogor berharap Polresta Bogor Kota tidak hanya bersikap reaktif setelah kejadian, tetapi lebih proaktif melakukan operasi penertiban terpadu. Hal ini mencakup pengawasan ketat terhadap jalur distribusi serta penindakan tegas kepada para bandar dan pengedar ilegal.

​Lebih lanjut, Bhakti menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Ia meyakini bahwa penegakan hukum harus dibarengi dengan edukasi publik yang masif untuk menciptakan ekosistem kota yang kondusif.

​”Momentum Ramadhan harus dimaknai sebagai periode refleksi dan penataan ulang kehidupan sosial masyarakat ke arah yang lebih tertib dan bermartabat,” tambahnya.

Baca:  Warga Resah, Pelaku Curanmor Beratribut Ojek Online Terekam CCTV Beraksi di Cimanggu

​HMI MPO Cabang Bogor berkomitmen untuk terus mengawal isu ini secara konstruktif. Mereka mendorong adanya langkah konkret dari Polresta Bogor Kota demi terciptanya wilayah yang aman, tertib, dan berkeadaban bagi seluruh warga Bogor.(D2N)