Beranda News Nasional

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, PSI Kota Bogor Siap Bekerja Sesuai Arahan Jokowi Targetkan 10% Suara DPT!

Joko Widodo akhirnya menjawab teka-teki terkait status politiknya setelah purnatugas. Mantan Presiden Republik Indonesia tersebut secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak setahun lalu.

LIPUTANBOGOR.COM – Joko Widodo akhirnya menjawab teka-teki terkait status politiknya setelah purnatugas. Mantan Presiden Republik Indonesia tersebut secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak setahun lalu.

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Jokowi di hadapan ratusan kader saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).

​Di tengah sorak-sorai kader, Jokowi menunjukkan bukti otentik berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI milik dirinya untuk menepis keraguan publik yang selama ini beredar. Tak hanya sekadar mengumumkan status keanggotaannya, ia juga memamerkan keunikan nomor anggota yang dimilikinya, yakni S337220257777777 yang didominasi deretan angka tujuh.

​”Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan riuh para peserta Rakorda.

Baca:  KTT Asean Berakhir: Tingkatkan Kerjasama Inklusif ASEAN Wujudkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)

​Jokowi mengungkapkan alasan khusus di balik keputusannya memilih Kota Bandung sebagai tempat untuk mengumumkan status keanggotaannya secara terbuka kepada publik. Menurutnya, kesiapan infrastruktur politik PSI di Ibu Kota Jawa Barat tersebut sudah sangat solid hingga ke tingkat basis terdepan.

​”Saya ingin menyampaikan hal ini juga penting dan saya buka di Bandung. Bahwa saya sesungguhnya kader PSI agar diketahui seluruh jajaran PSI dari DPP, DPW, DPD, DPC dan DPRt,” jelas Jokowi, merujuk pada keberhasilan Kota Bandung yang telah membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) hingga 100 persen.

​Dalam pengarahannya, Jokowi juga menyinggung isu parliamentary threshold atau ambang batas parlemen yang kerap menjadi momok bagi partai-partai non-parlemen. Ia meminta seluruh kader PSI untuk tidak patah semangat atau khawatir dengan berapa pun angka ambang batas yang nantinya ditetapkan oleh regulasi. Bagi Jokowi, kunci utama kemenangan berada pada keaktifan struktur partai yang benar-benar hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat.

Baca:  PKS Muda Jabar Menuntut Arteria Dahlan untuk Segera Minta Maaf Kepada Masyarakat Sunda

​“Oleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, enggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, enggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, enggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, enggak masalah,” tegas Jokowi membakar semangat kader.

​Ia menambahkan bahwa target PSI ke depan harus lebih besar dari sekadar mengamankan kursi di Senayan. “Kita harus meyakini itu, kita harus meyakini itu. Target kita bukan hanya masuk Senayan, bukan hanya masuk Senayan,” tambahnya.

​Semangat dan optimisme yang ditiupkan Jokowi menggema hingga ke daerah-daerah lain di Jawa Barat, termasuk Kota Bogor. Penguatan struktur hingga ke tingkat akar rumput seperti yang diimbau Jokowi mengonfirmasi kesiapan pengurus daerah dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.

Baca:  PSI Kota Bogor Berikan Penyuluhan Hukum ke 30 Kepsek SD

​Sekretaris DPD PSI Kota Bogor, Albert R.A., yang akrab disapa Bro Al, mengiyakan bahwa konsolidasi di wilayahnya kini telah mencapai tingkat yang sangat matang. Pihaknya siap menerjemahkan arahan Jokowi dengan target raihan suara yang signifikan.

​”Target kami PSI Kota Bogor adalah wajib mencapai 10 persen dari DPT. Struktur sudah terbentuk 100 persen dari tingkat DPD (Kota), DPC (Kecamatan), DPRt (Kelurahan), bahkan sampai tingkat RT dan RW. Ini akan kami maksimalkan dalam melayani masyarakat Kota Bogor,” tegas Bro Al.

​Pengakuan resmi Jokowi ini diprediksi akan menjadi amunisi segar dan dorongan elektoral yang sangat besar bagi PSI dalam memperkuat posisi organisasinya serta menyongsong target-target politik di masa depan.(D2N)