Beranda News Bogor Raya

KAMMI UIKA Gelar Dialog Publik di Balai Kota: Mahasiswa, Politik, dan Peran Strategis di Tengah Dinamika Bangsa

LIPUTANBOGOR.COM – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor sukses menggelar dialog publik bertema kebijakan dan peran mahasiswa di Balai Kota Bogor, Sabtu (18/5).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini menghadirkan suasana diskusi yang hangat dan konstruktif, melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus serta perwakilan organisasi kepemudaan di Kota Bogor.

Hadir sebagai pembicara kunci, Anggota DPRD Kota Bogor Rozi Putra, S.Si., M.Si, Ketua Umum Daerah KAMMI Bogor Hizbi Salahudin, Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Harianto dan Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI UIKA Shelina Yulianti.

Baca:  Peduli Bencana, BJB Cabang Bogor Serahkan Bantuan Dana Rp 100 Juta

Mereka mengupas berbagai isu strategis yang erat kaitannya dengan dinamika kebijakan publik serta urgensi peran mahasiswa dalam mengawalnya.

Achmad Rifki Mahdatisar selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk merangsang nalar kritis generasi muda.

“Kami ingin menciptakan wadah di mana mahasiswa bisa berdiskusi secara bebas dan mendalam tentang isu-isu kebangsaan, tanpa sekat dan kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KAMMI UIKA Bogor, Muhammad Rahmat Hidayat, menegaskan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap proses kebijakan, agar mereka tak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga kontributor solusi.

Baca:  Ratusan Sopir Angkot Demonstrasi di Balai Kota Bogor, Pemkot Sepakati Penerapan Perda Secara Bertahap

“Perjuangan mahasiswa harus disertai wawasan dan pemahaman mendalam terhadap sistem. Kita ingin mahasiswa bisa menjadi mitra strategis yang berpikir taktis, bukan hanya idealis,” tuturnya.

Dalam forum diskusi, Kang Rozi Putra menyoroti pentingnya peran aktif mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi secara terstruktur.

“Kritik dari kampus itu penting. Pemerintah perlu mendengarkan suara intelektual muda agar kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak pada rakyat,” kata anggota DPRD itu.

Narasumber lain juga menekankan pentingnya integritas dalam gerakan mahasiswa. Hizbi Salahudin menyuarakan perlunya menjaga idealisme dan nilai moral dalam perjuangan.

“Gerakan mahasiswa harus tetap independen dan tidak terjebak pada kepentingan pragmatis. Itulah jati diri KAMMI sejak awal,” tegasnya.

Baca:  KAMMI UIKA Gelar Mukerkom

Harianto dari BEM SI mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk memperkuat konsolidasi gerakan.

“Kritik penting, tapi harus dibarengi dengan kontribusi nyata. Gerakan mahasiswa harus menghasilkan solusi, bukan hanya perlawanan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta mengaku mendapat banyak perspektif baru dan termotivasi untuk lebih aktif dalam ranah sosial-politik.

Panitia berharap dialog semacam ini dapat menjadi agenda rutin sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun bangsa yang lebih sadar, kritis, dan partisipatif.(D2N).