Beranda Opini

Kembali ke Tujuan Pendidikan

Oleh : Bapa Ama Adonara (Pemerhati pendidikan masyarakat)

Pendidikan adalah upaya untuk membebaskan manusia dari zona kejahiliaan kepada zona keilmuan dan kemuliaan. Dalam makna ini maka definisi pendidikan tak bisa dilepaskan dari makna dakwah islam. Sebuah proses untuk menyerukan manusia pada kebaikan dan mencegah manusia dari kebodohan dan kemungkaran. Min “adzulumati ilaa an-nur”.

Pendidikan dan Dakwah memiliki tujuan yang sama, yakni mengarahkan dan mengubah tujuan serta pandangan hidup (world view) manusia. Pendidikan hadir untuk memuliakan manusia yang sebelumnya jahil (bodoh) karena tidak berilmu agar menjadi lebih mulia dirinya setelah dia berilmu (alim). Dalam UUD No.20 Tahun 2003 Pasal 3 dijelaskan bahwa

“Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Maka dari itu dalam upaya mencapai tujuan dan visi utama dari pendidikan. Maka tidaklah elok jika kita mengabaiakn tujuan dakwah itu sendiri. Sebagaimana Firman Allah dalam surah Al-jum’ah ayat 2 : bahwa tujuan dakwah Rasul diantaranya ialah :

Baca:  Aku si Pecinta Ilmu

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”

Dari ayat di atas sangat jelas bahwa tujuan pendidikan ialah untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat yang sebelumnya dalam kondisi jahil dan tersesat. Agar menjadi mulia dan berilmu dengan cakupan 3 aspek penting yakni pemahaman ayat-ayat Ilahi, pembersihan jiwa, dan pengajaran Al-qur’an dan As-sunnah. Yang jika kita elaborasikan maka akan ditemukan rumusan bahwa

“Proses pendidikan ialah proses menumbuhkan keimanan dalam diri manusia, yang dilandaskan oleh pemahaman terhadap ayat-ayat Ilahi dalam diri manusia ataupun ayat-ayat Ilahi di sekelilingnya. Yang kemudian dari keimanan tersebut dikuatkan dengan pembersihan jiwa dan mentalnya sebagai hamba Allah agar terhindar dari segala adab, akhlak, dan perangai serta sifat-sifat buruk sebagai manusia. Dan yang paripurna setelah itu ialah penanaman ilmu dan pemahaman pada hukum-hukum dan ketentuan Allah dalam kehidupan umat manusia di berbagai bidang hidup. Dan harus kita garis bawahi bahwa keberhasilan proses terakhir ini dapat dicapai dengan syarat keimanan yang telah terbangun kokoh, dan jiwa serta mental yang bersih dan kuat sebagai seorang manusia. Agar proses pemahaman nya terhadap Alkitab dan As-sunnah dapat digapai dengan pemahan dan pengamalan yang sempurna. Sehingga lahirlah generasi yang berkaratker dan siap mendidik generasi selain mereka sebagaimana kelanjutan surah al-jum’ah ayat 3, Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka.

Baca:  Giat Program Dinas Pendidikan Kota Bogor, Kadisdik Apresiasi SDN Sukasari

Demikianlah tujuan pendidikan Islam sesungguhnya, demi menghadirkan generasi yang kuat dan berkarakter dengan iman dan jiwa yang kuat. Sehingga mampu menjalankan peran bagi agama dan bangsanya dengan baik dan bertanggung jawab. Demi kemaslahatan umat manusia dan semesta alam. Dan jika kita coba pahami keselarasan antara makna surah Al-jum’ah di atas dengan landasan konstistusi Negara kita (UU No.20 Tahun 2003) di atas. Maka dapat kita pahami bahwa para pendiri bangsa ini telah memahami betul bagaimana visi dakwah dan pendidikan bangsa ini ke depan. Tinggal kita sebagai generasi penerus, apakah akan memahami dan melanjutkan perjuangan dakwah tersebut atau justru tergerus dan tertatih karena tak lagi sejalan dengan khittah yang dulu digariskan oleh pendahulu kita. Wallahu aliimun bi dzati as-sudur.