Beranda News Pendidikan

Konferensi Vokasi Internasional di Tiongkok, Dosen IPB University Paparkan Inovasi Smart Aquaculture dan Nanoteknologi

TIONGKOK – Konferensi internasional yang diselenggarakan Guangdong Polytechnic of Science and Trade (GPST), Guangdong, China, pada 31 Agustus hingga 4 September 2026, menjadi momentum bagi perguruan tinggi dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan vokasi, pertanian, dan teknologi.

Memasuki hari kedua konferensi, sejumlah pembicara dari berbagai perguruan tinggi di Rusia, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan China hadir untuk membahas perkembangan pendidikan vokasi, khususnya integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam bidang pertanian.

Para pembicara tersebut antara lain berasal dari Russian State Agrarian University, Temasek Polytechnic Singapura, Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Putra Malaysia, Vietnam–Korea College of Technology in Bac Giang, serta South China Agricultural University.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel tingkat fakultas bertema Animal Husbandry and Veterinary Medicine, yang disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing narasumber.

Baca:  Universitas Pakuan Wisuda 575 Lulusan pada Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026

Dalam sesi tersebut, perwakilan Sekolah Vokasi IPB University yang juga dosen Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PPP), Dr. Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, S.Pi., M.Si., IPU, ASEAN Eng., mendapat kesempatan mempresentasikan makalah berjudul “Technological and Aquatic Environmental Engineering for Enhancing Smart and Sustainable Intensive Aquaculture Productivity.”

Dalam pemaparannya, Henry membahas perkembangan aplikasi nanoteknologi di IPB University, khususnya dalam pendidikan vokasi. Ia sekaligus memperkenalkan berbagai kegiatan akademik, inovasi, serta potensi pengembangan kolaborasi antara IPB University dengan institusi pendidikan di China.

Selain nanoteknologi, Henry juga memperkenalkan metode analisis komprehensif berbasis structural equation modeling (SEM) dalam bidang sains biologi terapan.

Metode tersebut memiliki kemampuan untuk menganalisis pengaruh langsung maupun tidak langsung dari berbagai parameter terhadap hasil penelitian. SEM juga dapat membantu mengidentifikasi parameter utama yang memengaruhi kinerja parameter lainnya dalam suatu sistem yang kompleks.

Baca:  Pj Wali Kota Bogor Sidak PPDB SMPN Jalur Zonasi

Pengembangan dan penerapan metode tersebut sebelumnya telah dituangkan dalam publikasi pada jurnal internasional bereputasi Q1, Science of the Total Environment, melalui artikel berjudul “Comprehensive assessment of multiple biomarker mechanisms in the brackish water clam Corbicula japonica exposed to polystyrene microplastics using structural equation modeling.”

Publikasi tersebut menjadi salah satu modal dalam membuka peluang kerja sama riset antara IPB University dan Guangdong Polytechnic of Science and Trade pada masa mendatang.

Pemaparan Henry mendapat apresiasi dari pimpinan College of Animal Science and Technology. Gagasan yang disampaikan dinilai membuka peluang untuk memperluas kerja sama riset dan pengembangan pendidikan vokasi antara kedua institusi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kolaborasi tersebut, Henry bersama dua dosen Sekolah Vokasi IPB University lainnya mendapat kesempatan menjadi Visiting Professor.

Baca:  Pramuka Kota Bogor 2026: Akselerasi Digital dan Transformasi Tata Kelola Menuju Organisasi Modern

Keduanya yakni drh. Tetty Barunawati Siagian, M.Si. yang memiliki bidang keahlian paramedik veteriner serta Dr. Undang, S.P., M.Si. di bidang pemuliaan tanaman dan teknologi benih.

Sertifikat Visiting Professor diserahkan secara langsung oleh Wakil Dekan Fakultas Animal Husbandry and Veterinary Medicine dalam sebuah acara seremonial khusus.

Rangkaian konferensi kemudian ditutup dengan kunjungan ke sejumlah fasilitas kampus serta penyerahan plakat sebagai simbol penguatan kerja sama pendidikan vokasi antara Guangdong Polytechnic of Science and Trade dan Sekolah Vokasi IPB University.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan riset, inovasi teknologi, dan pendidikan vokasi di bidang pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan nanoteknologi.