BOGOR,LIPUTAN BOGOR.COM – Memelihara dan melestarikan warisan Budaya Sunda, dengan Wayang Golek sudah mulai langka. Padahal, dulunya wayang yang terbuat dari kayu berbentuk menyerupai manusia ini biasanya digunakan sebagai media menyampaikan dakwah. Meski saat ini peminatnya berkurang, hal itu tidak membuat Enday Media sebagai pengrajin Wayang Golek di Bogor kehilangan semangat untuk melestarikannya. Saat ini, usaha kerajinan wayang goleknya masih berdiri.
Pak Entang Sutisna atau biasa akrab dengan panggilan Abah Entang adalah pengrajin wayang golek sejak tahun 1963 yang mampu membuat 120 karakter wayang dan karakter pendukung berdasarkan cerita perwayangan, namun dikarenakan saat itu belum ada yang berminat membeli hasil karya buatan tangannya Pak Entang sempat beralih kepada pertanian selama 3 tahun.
“Belajar 2 tahun sekarang bisa 120 karakter cuman waktu itu masih belajar dengan seninya, terus dikarenakan belajar belum ada yang beli disitu 2 tahun itu belum ada yang beli, belum ada yang beli ya ditunda dulu 3 tahun, terjun ke sawah, di sawah 3 tahun itung-itung gali ilmu pertanian, alhamdulillah sampai sekarang ilmu pertanian pa entang punya caranya nanem padi yang bagus, cara namen polanya yang bagus gimana, alhamdulillah sudah tidak ragu-ragu lagi sudah biasa,” ungkapnya.
Saat dirinya kembali kepada kesenian Wayang Golek yang di ajak oleh sang Ayah untuk menemui temannya yang ingin membeli karya wayangnya pada waktu itu. “Kembali lagi ke golek tahun1968 disitu belajar lagi, ada pemasaran ke kebun raya dibawanya sama siapa, sama bapak pa entang tuhkan punya bapa kan, namanya pa sanadik, dibawa ke Pasar Bogor yang belinya juga bukan orang asing, temannya sendiri yang belinya,” ujar Bah Entang.
Pak Entang yang diketahui memiliki darah dan kecintaan pada Wayang Golek sempat didatangi juga oleh Presiden kedua Republik Indonesia Era Suharto yang sedang mencari pengrajin Wayang Golek.
“Waktu itu Pak Harto Presiden Republik indonesia datang mencari pengrajin wayang golek, disini ada pengrajin wayang golek rumahnya di Ciapus di Kiralawang. Ajudan kesana, kerumah pertama dan alhamdulillah tahun 1972 dikunjungi sama Presiden Soeharto waktu itu dengan Ibu tien dan Gubernur Jawa Barat Solihin GP. Dan pernah juga Gubernur DKI zaman Ali Sadikin sama Panglima TNI Omar Dani waktu itu datang kerumah,” ucapnya.
Usai kunjungan Presiden tahun 1972 menurutnya, mulai banyak dikenal di Indonesia sebagai Pengrajin Wayang Golek bahkan sampai di beberapa Negara.
“Alhamdulillah setelah dikunjungi dan beli hasil karyanya waktu itu oleh Presiden, nama saya makin tenar Sejawa Barat. Nah dari situ mulai banyak yang dateng ada dan mulai ada pesen 5 sampai 10 untuk dijual kembali ditempat rekreasinya,” imbuhnya.
Saat sebelum pandemi datang, Enday Media dengan dirinya masih banyak dikunjungi oleh turis dari berbagai negara yang ingin melihat dan membeli karya tanganya.
“Sebelum wabah corona datang, emang disini sering dikunjungi orang asing seperti dari Belanda, Jerman, Prancis, Amerika, Kanada, Korea, Jepang, Cina, Afrika hingga Eropah sudah pernah kesini,” jelasnya.
Bah Entang melanjutkan, kurang lebih 80% Tour Guide yang membawa orang asing kesini, harga jual pada waktu itu perbuah satunya rata-rata 40 euro (Rp 600 ribuan) terkadang lebih disesuaikan dengan kurs mata uang asing pada waktu itu.
“Yang membuat pada waktu itu ramai, karena ditunjang juga Enday Media bisa berkomunikasi bahasa Inggris juga, hingga mempermudah proses jual belinya. Galeri Wayang Golek ini dibuka pada Tahun 2002 dengan nama Enday Media yang sampai saat ini masih berjalan walau ditengah pendemi seperti sekarang ini,” tambahnya.
Hingga saat ini, dirinya sudah menguasai 340 karakter Wayang Golek berdasarkan cerita pewayangan, menurutnya tidak merasakan kesulitan dalam pembuatannya namun hanya butuh waktu dalam hal pembuatannya yang tidak bisa ditentukan.
“Pembuatan Wayang Golek dengan bahan kayu lame dan 1 wayang itu kalau yang ukuran besar kurang lebih 3 hari, bisa sampai 2 dan 1 hari disesuaikan dengan besar kecilnya. Karakter Wayang seperti Rama bapaknya siapa, ilmunya apa, itu harus tahu. Yang paling mudah membuat karakter Cepot, dan yang paling sulit kalau sudah ada ukirannya,” beber Bah Entang.
Justru kata Bah Entang, Galerinya lebih banyak orderan pembuatan karakter Wayang Rama Shinta yang mana mengkisahkan cerita Wayang Rama dan Shinta sudah dikenal diberbagai daerah maupun negara.
” Pesanan kebanyakan tokoh wayang Rama dan Shinta, yang sudah terkenal cerita hingga luar negeri keluar negeri. Dan pembuatan karakter yang lain seperti Gatotkaca untuk pelengkap saja,” pungkasnya.
Penulis : Nurul Prayuda
Erlangga Firmansyah
Editor : Dadan Gandara





