Beranda Sastra & Budaya

Setitik Renungan

Karya : Najmi Malikah

Terimakasih Tuhan atas kisah hidupku. Apapun itu, syukurku terus mengalir deras. Bersyukur atas nikmat yang terulur.

Sungguh, perjalanan yang mengantarkanku hingga sampai pada detik ini, begitu indah untuk kunikmati. Adakalanya aku mendapat kebahagiaan yang melimpah ruah, canda tawa yang gembira, senda gurau pelipur lara, kesehatan yang sempurna, rejeki yang tak terduga, hingga detak jantung yang masih berdebar dalam dada.

Namun, adakalanya pula aku mendapati airmata mengalir deras, kejutan-kejutan indah yang Tuhan berikan, berkecamuknya perasaan, dicampakkan, hingga berontak akan keadaan. Keadaan yang membuat batinku merapuh, tak utuh.

Baca:  Aku si Pecinta Ilmu

Tetapi perlu kusadari, hidup adalah soal perayaan jatuh dan bangkit. Terus melangkah dalam berserah, berserah pada takdir dan anugerah. Dan dari hidup pula, aku belajar tak terimpit tatkala sempit, sadar diri dalam genggaman kehendak Ilahi.

Sejatinya, kau tak dapat memenangkan kehendakmu diatas kehendakNya, yang telah mengatur alam kasat mata dan tak kasat mata, serta menetapkan takdir umat manusia. Yang harus dilakukan adalah fokus pada niat, perhatian dan perjuangan pada Tuhan semesta alam, yang ada dibalik semua wujud dan kejadian.