LIPUTANBOGOR.COM – Fenomena dan maraknya jajanan anak ‘Chiki Ngebul’ atau lebih dikenal kata Chikbul yang memakai nitrogen cair agar terlihat berasap, membuat pihak Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu, turut angkat bicara.
” Nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang tidak sesuai prosedur dapat memicu keracunan pada konsumen. Ini yang terjadi pada jajanan anak ‘Chiki Ngebul’ yang memakai nitrogen cair agar terlihat berasap. Nitrogen cair bisa menyebabkan radang dingin dan luka bakar terutama pada beberapa jaringan lunak seperti kulit,” kata Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta dilansir Antara, Rabu (11/1).
Sikap yang sama juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SDN Kukupu 3, Ersipah ,S.Pd.SD. pada media terkait maraknya jajanan anak yang sudah banyak memakan korban, dirinya sangat mengkhawatirkan akan hal ini. Maka pihak sekolah pun dengan tegas melarang anak-anak didiknya untuk membeli dan mengkonsumsi.
” Kami dengan tegas menolak dan sekaligus menghimbau bagi seluruh siswa siswinya untuk membeli apalagi mengkonsumsinya. Karena selain mengandung zat berbahaya dan berakibat fatal buat organ tubuh, ini juga bisa memicu kesulitan bernafas bagi yang menghirupnya,” papar Ersipah diruangannya yang beralamat di Jalan Seremped, Cibadak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor pada Jum’at (13/1/23).
Pihaknya sangat bersyukur, karena kebetulan di SDN Kukupu 3 sudah terbentuk Tim Dokter Kecil (Dokcil), sehingga siswa paling tidak bisa mengetahui dan memahami akan zat-zat yang berbahaya didalam makanan. Dan kamipun sangat tegas dan melarang tidak boleh ada yang jualan di sekitar sekolah.
” Nah selain Chikbul, kami pun mendengar kejadian ada korban hingga matanya pecah akibat permainan lato-lato, ini juga sangat membuat pihak sekolah was-was dan khawatir. Pihak sekolah juga sudah menghimbau kepada seluruh siswa dan meminta orang tua murid untuk memantau dan kalau bisa di larang saat anak menggunakan permainan yang sedang viral ini di rumah maupun di sekolah,” harapnya.
Saat pihak media meminta konfirmasi pihak pesan Whatsapp kepada Kadisdik dan Kabid SD Kota Bogor akan maraknya dari jajan Chikbul dan permainan lato-lato hingga memakan korban di beberapa daerah, belum mendapatkan jawaban apapun hingga berita ini di tayangkan.(D2N)





