Beranda Sadaya

Mempelai Perempuan Rahasia

Sumber : perjalanandandeskripsi.blogspot.com_

oleh : Andi Robiyanto (Kutipan ” Fihi Ma Fihi – Maulana Jalaluddin Rumi).

Dalam diri manusia terdapat cinta, rasa sakit, rindu,dan keinginan. Sekali pun seratus ribu dunia menjadi milik mereka, niscaya mereka tidak akan merasa puas dan tenang. Meski mereka sudah menjajal setiap keahlian, mempelajari astronomi, kedokteran, dan lain sebagainya, tetap saja mereka tidak puas karena belum mendapatkan apa yang mereka tuju.

Orang-orang menyebut Sang Kekasih sebagai “ketenteraman hati,” karena di sanalah hati mereka menemukan ketenteraman. Lantas bagaimana bisa seseorang dapat menemukan ketenteraman dan keputusan selain dari-Nya?
Semua kesenangan dan pencarian ini laksana anak tangga.

Baca:  Terindah Yang Tersimpan

Anak tangga bukanlah tempat untuk menginap dan ditinggali, melainkan hanya sebatas jalan untuk dilewati. Betapa bahagianya orang yang bangun dan menyadari hal ini lebih awal karena ia tidak akan membutuhkan waktu yang panjang untuk mencapai puncak tangga, dan usianya tidak akan terbuang percuma di tingkatan anak tangga itu.

Maulana Rumi berkata, “Semua yang dicintai itu cantik,
tapi tidak semua yang cantik itu dicintai .” Cantik adalah bagian dari sifat sesuatu yang kita cintai, dan sifat sesuatu yang kita cintai itulah asalnya. Ketika seseorang dicintai, maka orang itu akan menjadi
cantik di mata orang yang mencintainya ; bagian dari sesuatu tidak akan terpisah dari keseluruhannya, sesuatu yang melekat pada bentuk keseluruhannya.

Baca:  Saksi Rindu