Beranda Profil

Mengenal Kiprah Widi Pimpin ASKI UIKA

Liputanbogor.com – Menjadikan diri sendiri dan orang lain sebaik-baiknya golongan yakni yang mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya, Amar maruf nahi munkar dan yang bemanfaat bagi orang lain. Itulah sepenggal Misi Muhammad Widi Kurniawan dalam menjalankan hidupnya.

Widi sapaan akrabnya lahir di Bogor pada 30 April 1998 dan kini tinggal di Margabakti, Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan. Saat ini Widi sedang menempuh pendidikan semester 7 di Program Studi (Prodi) Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Widi aktif di berbagai organisasi seperti Koperasi Mahasiswa (Kopma), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan kini ia sedang mengemban amanah sebagai Ketua Umum Asisten Kajian Islam (ASKI) UIKA Bogor.

Baca:  KAMMI UIKA Desak Pemkot Fokus Benahi Transportasi dan Copot Kadishub

Ia mengatakan dengan amanah tersebut ia merasa senang karena akan semakin menambah keyakinan akan adanya pertolongan Allah SWT yang maha mengurusi.

Kini ia fokus membawa ASKI menjadi golongan yang terbaik yaitu yang mempelajari dan mengamalkan Al-Quran, bermanfaat untuk orang lain dan melakukan Amar Maruf Nahi Munkar dengan membentuk generasi Qurani menuju kampus madani.

Dimulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), Widi akan mencapai tujuannya tersebut dengan menyamakan tujuan ke seluruh anggota bahwa visi di ASKI yakni membentuk generasi Qurani menuju kampus madani dengan potensi yang dimiliki setiap kader dan mewadahi mahasiswa UIKA dengan kegiatan Tadabur Quran dan memperbaiki kualitas bacaan Al-Quran khususnya seluruh mahasiswa semester satu UIKA dengan adanya mentoring.

Baca:  Ade Ridwan Sukses Menekuni Kaligrafi Scratch Art Paper

Dengan tujuan tersebut ia berharap dapat membawa ASKI menjadi organisasi terbaik yang dipenuhi keberkahan dan menghasilkan para Ahlul Quran.

Di akhir wawancara Widi menyampaikan sebuah pesan.

“Makanan yang kau makan akan jadi kotoran, warisan yang kau punya akan jadi rebutan, tapi sedekah yang kau ikhlaskan tak akan habis hingga ke akhirat, begitupun tubuh kita, masa muda kita ada batasnya, tubuh yang kita banggakan pun akan ada masanya di lahap tanah, tapi tenaga yang kita sedekahkan untuk kebaikan tak akan habis hingga ke akhirat, jika dengan berorganisasi dapat memberikan kebaikan dan dampak yang lebih besar, kenapa tidak”. (LF)