Beranda Sastra & Budaya

Menikmati Sesuatu yang Bukan Kecenderungan

Oleh : Najmi Malika

Bintang, kau bukan lebih mementingkan karir. Kau hanya sedang ditugaskan oleh Sang Sutradara kehidupan untuk memerankan sebagai pekerja kantoran yang tentu bertolak belakang dengan prinsip yang kau pegang teguh.

Dengan begitu, kau harus bisa memainkan peran itu dengan sebaik mungkin agar teater kehidupan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Dengan begitu pula kau bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya sehingga kau bisa menemukan kemampuan baru yang ada pada diri bahwa ternyata kau bisa menjalaninya.

Dengan begitu pula kau akan paham artinya kerja keras.

Baca:  Hei Mahasiswa! Hei Pemuda!

Bintang, kebanyakan manusia berasumsi bahwa perempuan semestinya disegerakan untuk bersanding lalu mengisi rahimnya.

Jangan khawatir, setiap manusia sudah punya tugas dan perannya masing-masing.

Jangan sampai isi kepalamu dipenuhi persepsi orang yang merusak dan mempersempit ruang berpikirmu.

Kau tahu, Bintang, bahwa saat ini yang kau yakini adalah sejatinya Tuhan ingin doamu lebih menderas lagi.

Seperti doanya Nabi Zakaria yang tak henti-hentinya, dalam waktu yang tidak sebentar ia terus bermunajat, sehingga akhirnya Tuhan mengabulkan doanya sebelum doa itu selesai dipanjatkan. Kemudian lahirlah yang ia dambakan, seorang anak bernama Yahya yg artinya “hidup”.

Baca:  Mesin Waktu

Maka, apa yg mesti kau resahkan dari waktu? Jangan permasalahkan pertanyaan-pertanyaan yang sering kau telan hingga kau muak. Percayalah, setiap tanya, akan ada jawab. Tuhan Maha Bijaksana dan Maha Pengasih. Aku padaMu!