Beranda News Bogor Raya

Milad ke-81 GPI di Bogor: Dari Perkuat Kaderisasi Kepemimpinan Hingga Dorong Ekosistem Zakat

Gerakan Pemuda Islam (GPI) memperingati Milad ke-81 sekaligus menggelar Sidang Dewan Organisasi (SDO) di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

LIPUTANBOGOR.COM – Gerakan Pemuda Islam (GPI) memperingati Milad ke-81 sekaligus menggelar Sidang Dewan Organisasi (SDO) di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Kodim 0606 Kota Bogor tersebut dihadiri ratusan kader dan pengurus GPI dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dr. Agust Jovan Latuconsina, M.Si. (Han.), Sekretaris Dewan Penasihat PP GPI sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Dr. Ir. Dedie A. Rachim, M.A., Wali Kota Bogor; KH. Sayyid Hamidan, Lc., Wakil Ketua Dewan Syuro PP GPI; Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, S.Hub.Int., M.H.I., Komandan Kodim 0606 Kota Bogor; serta Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan.

Hadir pula jajaran Pimpinan Pusat GPI, termasuk Ketua Umum PP GPI Khoirul Amin, S.H., M.H., Sekretaris Jenderal PP GPI Fery Dermawan, S.H., serta para pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah GPI dari berbagai wilayah Indonesia.

Baca:  Ironi Lansia di Kota Bogor: Tak Punya HP Tapi Enggak Pernah Dapat Bansos

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-81 sekaligus forum konsolidasi organisasi melalui SDO.

Dr. Agust Jovan Latuconsina, M.Si. (Han.), selaku Sekretaris Dewan Penasihat PP GPI sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Agust Jovan sekaligus membuka secara resmi rangkaian Milad ke-81 dan Sidang Dewan Organisasi GPI.

Momentum Milad, menurutnya, menjadi bagian penting bagi organisasi untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan GPI sekaligus melihat tantangan yang dihadapi pemuda Islam di tengah perkembangan sosial dan pembangunan nasional.

Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan organisasi yang mempertemukan kader dan pengurus GPI dari berbagai wilayah Indonesia.

Wali Kota Bogor Ir. Dedie A. Rachim, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan GPI menjadikan Kota Bogor sebagai tuan rumah pelaksanaan Milad ke-81 dan Sidang Dewan Organisasi.

Baca:  DPMPTSP Kota Bogor Dinilai Tidak Transparan, Kopma GPII : Ada Apa?

Dedie menyambut baik kehadiran ratusan kader GPI dari berbagai daerah dan berharap momentum tersebut dapat memberikan dampak positif bagi penguatan peran generasi muda.

Sebagai organisasi pemuda Islam yang telah memiliki perjalanan panjang, GPI diharapkan turut mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Menurut Dedie, organisasi kepemudaan memiliki ruang strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui kaderisasi, pendidikan, pengabdian dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, KH. Sayyid Hamidan, Lc., Wakil Ketua Dewan Syuro PP GPI, turut memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan Milad dan SDO.

Kehadiran unsur Dewan Syuro menjadi bagian dari penguatan dimensi keumatan dalam perjalanan organisasi. Momentum Milad ke-81 menjadi ruang refleksi bagi kader GPI untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan organisasi sekaligus menjawab tantangan zaman.

Baca:  Revolusi Pengelolaan Sampah Kota Bogor: Dari Limbah Rumah Tangga Menuju Sumber Energi Listrik

Peran pemuda Islam, khususnya kader GPI, diharapkan terus berkembang melalui penguatan keilmuan, kaderisasi, dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

Tokoh lainnya yang turut hadir adalah Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan.

Dalam sambutannya, Rizaludin menyampaikan pentingnya melihat zakat bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia mendorong kader GPI untuk mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem zakat melalui dakwah, edukasi, literasi, penghimpunan, serta pemberdayaan masyarakat dengan

“Zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan, melainkan instrumen strategis untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas pimpinan Baznas RI.

“Kader GPI harus mengambil peran aktif dalam memperkuat ekosistem zakat mulai dari dakwah, edukasi, literasi, hingga penghimpunan dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.(D2N)