Beranda News Bogor Raya

Milenial yang Tergabung dalam Peduli Tanggap Bencana Nasional Giat Galang Dana

LIPUTANBOGOR.COM-

Kejadian bencana akhir-akhir ini diberbagai wilayah negeri, termasuk Kabupaten Bogor yaitu kejadian Banjir Bandang di Puncak Cisarua. Membuat berbagai elemen masyarakat berbondong-bondong untuk mengumpulkan berbagai bantuan donasi dengan berbagai cara yang positif sebagai bentuk rasa simpati kepada para korban bencana.

Salah satunya dari para pejuang sosial kemasyarakatan yang tergerak untuk membantu dalam pengumpulan bantuan untuk para korban bencana adalah Muda-mudi Kampung Rambay RW 005 bersama Komunitas Lingkar Posko serta menggandeng Baraya Fahmi Center Kota Bogor, melakukan penggalangan donasi di dua lokasi yang berbeda.

Baca:  Wakil Walikota Bogor Bersama ACT Bogor Kirim 15 Ton Bantuan Kemanusiaan

“Sebagai bentuk kepedulian bagi saudara kita yang terdampak bencana diberbagai wilayah negeri ini, seperti Sumedang,Mejene, jatuhnya pesawat Sriwijaya, Kalimantan Barat, erupsi gunung Semeru,puting beliung Womogiri dan yang paling hangat diwilayah kita adalah banjir bandang puncak Kecamatan Cisarua. Hari ini kita melaksanakan penggalangan donasi dari masyarakat umum di Lampu Merah Rumah Sakit Azra Jalan Raya Padjajaran dan Lampu Merah Taman Curat-Coret Jalan Panduraya Kecamatan Bogor Utara,” ungkap Demang Sarif selaku koordinator penggalangan donasi kepada media, Rabu ( 20/01/21 ).

Baca:  BEM Se-Bogor Giat Aksi Cepat Tanggap Peduli Korban Bencana

Demang mengatakan, relawan ini semua tergabung dalam Peduli Tanggap Bencana Nasional yang diisi oleh para generasi milenial remaja putra-putri yang begitu antusias dalam proses pengumpulan donasi dari para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.

“Harus kita acungkan jempol bagi kawan-kawan yang begitu semangat dalam aksi kegiatan sosial kemanusiaan, penuh semangat dalam setiap kegiatan. Saya berharap kegiatan seperti ini tetap dijaga kekompakannya dan rasa peduli bagi masyarakat yang terdampak bencana dimanapun, terutama khususnya dilingkungan sendiri yang harus menjadi prioritas dalam penanganannya,”tutup Demang penuh rasa bangga. (Z)