Beranda News Bogor Raya

Minggu Ini Car Free Day di Jalan Sudirman Tetap Ada

LIPUTANBOGOR.COM- Pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Tanpa Kendaraan Bermotor pada Minggu (07/07/2019) ini di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor akan tetap ada mulai pukul 06.00 WIB – 09.00 WIB. Dihimbau bagi warga yang ingin berolahraga untuk tetap tertib dan menjaga kebersihan.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Theo Patricio Freitas mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan jajaran kepolisian, unsur muspika, Koramil Bogor Tengah, Satpol PP dan Dinas Koperasi dan UMKM untuk memastikan agar area CFD hanya untuk berolahraga.

Baca:  Kapolres Bogor Giat Silaturahmi ke Masjid Abdurachman Bin Auf

“CFD fungsinya adalah untuk berolahraga dan bukan untuk berdagang,” katanya, Jumat (05/07/2019).

Dari hasil rapat terakhir semua berkomitmen saling menjaga. Satpol PP dan Dinas Koperasi dan UMKM memperhatikan PKL dan Dishub dan jajaran Lalu Lintas Polresta Bogor Kota melakukan buka tutup jalur selama CFD berlangsung.

Saat ini jalur di jalan Martadinata kata Theo, sudah bisa dilalui dua arah yang sebelumnya hanya satu arah karena ada pengerjaan Fly Over (jalan layang), meski sementara ini hanya bisa dilintasi kendaraan kecil saja.

Baca:  Pimpin Apel Siaga AKB, Bima Arya Ajak Warga Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Jajaran Dishub Kota Bogor akan menempatkan personil di Air Mancur, Abesin, wilayah Kecamatan Bogor Tengah, Martadinata dan Sawojajar

“Kami setiap minggu apel pagi bersama dan menyebar sesuai dengan tugasnya masing-masing,” tuturnya.

Dihimbau kepada warga yang akan memanfaatkan CFD untuk berolahraga menjaga kebersihan dan dapat memarkirkan kendaraannya di Gedung Wanita, pelataran toko Bogor Permai dan Pool Bus dekat Pom bensin Total

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramastyo Priadji menjelaskan, Car Free Day tetap ada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Namun pihaknya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus mengevaluasi karena kawasan bebas kendaraan tersebut kerap dipenuhi para pedagang kaki lima (PKL). (*)