LIPUTANBOGOR.COM – Malam ini kami bertandang ke kediaman Ketua Yayasan Jejak Relawan Kemanusiaan Kamal Putra Pratama untuk meliput buku yang ditulisnya sekaligus rencana kegiatan roadshow bedah buku dan workshop triage bencana untuk relawan medis yang akan dilaksanakan oleh tim dari NERS Indonesia pada tahun 2024 yang akan diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia.
Kang Putra, menjelaskan bahwasanya kegiatan ini adalah salah satu program kegiatan Medical Disaster Response, meski kali ini bentuknya berbeda yaitu konsep bedah buku, yang mana pada bulan januari ini buku yang berjudul “Ilmu dasar Triage Bencana Untuk Relawan Medis” dengan nomer ISBN 978-623-8454-136 yang di tulisnya telah terbit.
Buku yang ditulis oleh Kang Putra adalah buku dasar dari keilmuan pertolongan awal bagi relawan medis atau relawan yang terlatih dalam menilai cepat kondisi kegawat daruratan dengan cara memilah, mengelompokan, dan memperioritaskan mana penyintas yang harus di di berikan pertolongan dan harus segera di Evakuasi ke fasilitas medis lanjut.
Kang Putra menjelaskan pengalamannya, Kita belajar pada bebarapa contoh penanganan awal pasca bencana yang terjadi dan dialami masyarakat, seperti saat terjadi gempa Bumi di Cianjur pada tahun 2022 silam, di Rumah Sakit terdekat 1 jam setelah Gempa sudah sangat penuh sesak dengan masyarakat terdampak, tampak beberapa penyintas dengan kondisi luka akibat benturan material seperti kayu, batu dan pecahan kaca, masyarakat yang membantu untuk evakuasi darurat memberikan penjelasan kepada tim kami bahwa di area kampungnya yaitu ds. Tunggilis masih banyak masyarakat yang belum berhasil di evakuasi karena kurangnya armada setelah beberapa jam kejadian.

saat itu tim NERS Indonesia dan Tim Puskesmas Pacet meluncur ke lokasi dan memang benar banyak masyarakat yang dalam kondisi gawat dengan tanda-tanda vital yang tidak normal dan harus segera diberikan pertolongan belum dapat di evakuasi. Maka dari itu kami menjalankan sistem triage di area tersebut untuk memilah kembali penyintas mana yang paling prioritas untuk di evakuasi ke RS yang sudah penuh sesak itu.
Saat itu sangat banyak yang dapat kami layani dengan kesungguhan, dengan sistem triage kami dapat dengan cepat menyortir penyintas sesuai dengan tingkat kegawat daruratan, untuk yang kami berikan label merah maka langsung dilakukan evakuasi ke Rumah Sakit, dengan Label Kuning kami dapat menunda lebih dahulu dengan pemantauan tim dan dapat menyegerakan untuk evakuasi ke puskesmas atau Rumah Sakit, untuk yang label Hijau kami dapat lakukan pertolongan langsung di tempat atau dapat kami evakuasi ke puskesmas sedangkan yang berlabel hitam kami satukan di lokasi dan berkoordinasi dengan pengurus desa.
Alhamdulillah, sistem triage ini sangat membantu sekali petugas ataupun relawan, karena pada prinsipnya Triage adalah salah satu upaya untuk menolong, menilai cepat, tepat dan efesien sehingga dapat mengoptimalkan pertolongan sebanyak-banyaknya terhadap masyarakat yang terdampak.
Harapan saya, Semoga Buku ini dapat menjadikan sebuah pembelajaran bagaimana pertolongan dan penanggulangan awal pasca bencana dapat dilakukan oleh seluruh aspek masyarakat, tidak hanya relawan medis dan petugas medis saja, saya harap semua masyarakat juga perlu untuk mempelajarinya.
Untuk rekan-rekan yang mau ikuti program bedah buku dan workshopnya atau ingin memiliki bukunya silahkan hubungi tim kami untuk pemesanan. Semoga bermanfaat untuk sesama.





