Beranda News Bogor Raya

Ngebut! Proyek Trase Batutulis Lampaui Target, Siap Dilintasi November 2026

Proyek pembangunan jalan baru atau trase di kawasan Batutulis pengganti Jalan Saleh Danasasmita menunjukkan tren positif. Hingga hari ini, progres pengerjaan fisik proyek tersebut telah mencapai hampir 45 persen, melebihi dari target awal yang ditetapkan sebesar 38-39 persen.

LIPUTANBOGOR.COM – Proyek pembangunan jalan baru atau trase di kawasan Batutulis pengganti Jalan Saleh Danasasmita menunjukkan tren positif.

Hingga hari ini, progres pengerjaan fisik proyek tersebut telah mencapai hampir 45 persen, melebihi dari target awal yang ditetapkan sebesar 38-39 persen.

Dengan capaian deviasi positif sebesar kurang lebih 6 persen, trase Batutulis diproyeksikan sudah dapat dibuka dan dilintasi kendaraan pada awal November mendatang.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau langsung lokasi proyek pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dedie mengapresiasi atas percepatan pengerjaan di lapangan. Meski demikian, pihaknya tak menampik adanya sejumlah hambatan (obstacle) teknis yang dihadapi selama proses pengerjaan konstruksi.

Baca:  Guna Selamatkan Asset Pemerintah Senilai 1,5 Trilyun, Ini Langkah Yang Ditempuh Pemkot Bogor

“Alhamdulillah ada deviasi positif, progresnya bagus dan sekarang sudah hampir 45 persen dari target 38–39 persen. Sesuai target kita, paling tidak awal November sudah bisa dibuka,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala teknis di lapangan adalah kondisi tanah lempung yang membutuhkan penanganan (treatment) khusus sebelum masuk ke tahap pembetonan.

Selain itu, masih kata Dedie, terdapat perbedaan lebar jalan antara jalur baru dan jalur lama (existing), di mana jalan baru dirancang memiliki lebar sekitar 8 meter, sementara jalan lama di bagian bawah hanya seluas 6 meter.

Baca:  HUT Ke-42 PDAM Tirta Pakuan, Apresiasi Pelanggan Hingga Renovasi RTLH

“Jalan baru ini kan 8 meter, sedangkan jalan lama sekitar 6 meter. Yang harus kita sesuaikan justru jalan lamanya agar tidak makin mepet. Nanti disempurnakan lagi, termasuk penambahan trotoar dan perbaikan sistem drainase,” jelasnya.

Ia menyebut, penyesuaian geometri juga dilakukan pada radius bukaan jalan masuk dan keluar. Untuk mempertahankan keasrian lingkungan, ia meminta ada modifikasi desain ketimbang menebang pohon pelindung yang berdiri di sekitar area masuk.

“Begitu pula dengan keberadaan gapura warga setempat yang terdampak, diselesaikan melalui pendekatan persuasif dan akan diganti dengan bangunan yang lebih baik,” ungkapnya.

Baca:  Briefing Staff Awal Tahun, Bima Arya Ingatkan Jajaran Antisipasi Kemungkinan Terburuk Terkait Omicron

Sementara itu, terkait tahapan konstruksi saat ini, Dedie menegaskan bahwa pengerjaan di lapangan telah memasuki tahap pelapisan agregat kelas A atau betonisasi jalan.

“Setelah proses ini rampung, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pelapisan Lean Concrete (LC) setebal 10 centimeter sebelum akhirnya dilakukan pembetonan rigid setebal 27 centimeter, termasuk pembuatan saluran pembuangan air juga terus dikejar mumpung cuaca di wilayah Bogor belum memasuki intensitas hujan tinggi,” katanya.(D2N)