Beranda Opini

Optimalisasi Dana Zakat untuk Pemberdayaan UMKM Mustahik di Tengah Wabah Virus Corona

Foto : mediaaceh.co

Oleh : Sovia Agustina

Peran UMKM masih menjadi harapan negara untuk mengurangi permasalah ekonomi, salah satunya adalah masalah pengangguran. Kemunculan teknologi yang semakin pesat mendorong para pelaku UMKM mengembangkan bisnis mereka. Untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut maka diperlukan strategi pengembangan yang kreatif, inovatif, berbasis teknologi dan berbasis kearifan lokal.

Posisi UMKM yang sangat penting ternyata masih memiliki permasalahan, salah satunya adalah permasalahan finansial, terlebih ditengah merebaknya wabah virus corona saat ini. Salah satu upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona yaitu dengan adanya sosial distancing, dan kini mulai diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibeberapa daerah yang membuat ruang gerak para pelaku UMKM menjadi lebih terbatas. Sehingga banyak dari mereka yang mengalami penurunan omzet bahkan terpaksa menutup usahanya karena tidak dapat memutar modal yang dimiliki akibat daya beli masyarakat yang menurun drastis.

Pentingnya modal bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya tidak dapat dipungkiri. Namun, dalam hal modal masih menjadi kendala bagi pelaku UMKM khususnya dibidang perdagangan dimana mereka yang memiliki modal sedikit sulit mengembangkan bisnisnya sehingga keuntungan yang didapat hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca:  TIDAK MENGAPA

Selain itu, kendala yang sering terjadi bagi UMKM dari masyarakat lapisan bawah yang membutuhkan modal yaitu nyaris tidak dianggap memiliki potensi dana oleh lembaga keuangan sehingga menyebabkan laju perkembangan ekonominya terhambat. Lembaga keuangan menilai kelompok masayarakat tersebut tidak memiliki agunan serta kemampuan mengembalikan dananya rendah, sehingga akses mereka untuk meminjam dana ke lembaga keuangan relatif sulit.

Maka dari itu perlu adanya lembaga selain lembaga keungan yang dapat membantu para pelaku UMKM khususnya kepada para mustahik untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu lembaga yang dapat membantu UMKM mustahik yaitu Lembaga Amil Zakat (LAZ). Dalam kaitan ini, Lembaga Amil Zakat (LAZ) memiliki peran dalam menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat. Berdasarkan fatwa MUI dana zakat yang diberikan kepada fakir miskin dapat bersifat produktif.

Dengan adanya program zakat produktif, Lembaga Amil Zakat (LAZ) dapat mengoptimalisasi dana zakat ini dengan cara penyaluran modal kepada para mustahik secara langsung maupun tidak langsung. Penyaluran modal ini ditujukan kepada usaha ekonomi yang produktif agar dapat meningkatkan pendapatannya serta dapat menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dicapai apabila tidak membebani ongkos produksi. Konsep ini dikembangkan karena UMKM mustahik tidak mampu meyakinkan lembaga keuangan seperti bank untuk mengakses modal, padahal UMKM mustahik memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.

Baca:  Mereka adalah Pemuda

Demi terwujudnya optimalisasi pendistribusian zakat produktif maka dibutuhkan kerjasama antara muzakki, lembaga zakat dan mustahik agar program zakat produktif dapat berjalan dengan baik. Adapun langkah-langkah distribusi zakat secara produktif adalah sebagai berikut;

  1. Pendataan yang akurat sehingga yang menerima benar-benar orang yang tepat.
  2. Pengelompokkan peserta ke dalam kelompok kecil, homogen baik dari sisi gender, pendidikan, ekonomi dan usia. Kemudian dipilih ketua kelompok, diberi pembimbing dan pelatih.
  3. Pemberian pelatihan dasar. Dalam pelatihan harus berfokus untuk melahirkan pembuatan usaha produktif, manajemen usaha, pengelolaan keuangan usaha dan lain-lain. Pada pelatihan ini juga diberi penguatan secara agama sehingga melahirkan anggota yang berkarakter dan bertanggungjawab.
  4. Pemberian dana. Dana diberikan setelah materi tercapai, dan peserta dirasa telah dapat menerima materi dengan baik. Usaha yang telah direncanakan pun dapat diambil. Anggota akan dibimbing oleh pembimbing dan mentor secara intensif sampai anggota tersebut mandiri untuk menjalankan usaha sendiri.
Baca:  Pendirian dan Perjuangan

Dalam hal penyaluran modal kepada para mustahik hanya diberikan kepada 8 golongan asnaf penerima zakat, yaitu: Fakir, Miskin, Amil Zakat, Muallaf, Riqaab, Gharim, Fii Sabilillah, dan Ibnu Sabil. Selanjutnya pemberian modal juga harus dipertimbangkan secara matang oleh amil sehingga modal yang diberikan dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan omzet UMKM mustahik.

Dengan optimalisasi dana zakat untuk pemberdayaan UMKM mustahik ini diharapakan dapat menolong para UMKM mustahik yang kekurangan modal ditengah ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh wabah virus corona agar dapat mengembangkan bisnisnya dan dapat mengurangi permasalahan ekonomi lainnya seperti pengangguran di Indonesia.