Beranda Kesehatan

Pasien RSUD Kota Bogor Keluhkan Pelayanan Tidak Profesional, dr Ilham Chaidir : Sudah Diberikan SP Oleh Dewan Kode Etik dan Segera akan Dilakukan Pembinaan

LIPUTANBOGOR.COM – Saat RSUD Kota Bogor sedang bertahap dan genjot untuk memperbaiki pelayanan guna menuju RS Tipe A, ternodai oleh perilaku dan tidak profesionalnya oknum petugas nakes dalam melayani pasiennya.

Adalah (PY) warga Kota Bogor yang mengalami hal yang dirasa tidak mengenakkan, saat dirinya ingin mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit milik pemerintah ini.

” Hari ini saya ingin berobat di spesialist penyakit dalam, proses pendaftaran sudah saya lakukan sesuai SOP yang berlaku. Namun, saat sudah di ruangan dan saya sudah dalam keadaan membuka baju untuk mendapat pengobatan fibornasi dari tenaga nakes yang bertugas,” papar PY pada Kamis, 16 Maret 2023.

Namun menurutnya, bukannya dilayani dengan cepat dan baik, malah yang bersangkutan sibuk bermain hape saja.

Baca:  Kapolda Jabar Soroti Kesiapan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Kondisi Darurat Pasca Ambruknya Majelis Taklim

” Saya kesel banget, lihat yang bersangkutan dengan inisial (Y) malah main hape dan tlpn. Terlihat ketidakprofesionalan dokter spesialis ini penyakit dalam ini, dan ini bisa kita buktikan bukan mengada-ngada,karena jelas ada saksi juga dari pegawi RSUD Kota Bogor itu sendiri yang menyaksikan didalam ruangan,” jelas PY.

Saat di konfirmasi via sambungan telepon, dr Ilham Chaidir selaku Dirut RSUD Kota Bogor membenarkan kejadian yang sangat mencoreng institusi medis ini. Karena, pada dasarnya semua pasien itu adalah raja, termasuk perlakuan seorang Nakes yang tidak memberikan pelayanan  kesehatan sesuai sumpah dokternya.

“Terkait dokter yang bersangkutan yaitu inisial Y sudah di tindak lanjuti. Dan sekarang sedang di jalankan di komite etik dan sudah kita kasih Surat Peringatan (SP), agar tidak mengulangi perbuatannya. Jadi, saya akui memang itu terjadi dan itu adalah PR besar bagi RSUD kota Bogor untuk mengubah orang-orang yang di dalam nya menjadi Soleh,” tegasnya.

Baca:  Disdukcapil Kota Bogor Buka Stand Layanan Aktivasi KTP Digital di Ramadhan Fest 2023

Dirinya juga sudah menginstruksikan kepada bagian humas dan bagian medik untuk ditindaklanjuti dalam kode etik bahwa dokter tidak boleh seperti itu kepada pasien. Intinya, mudah-mudahan program perubahan seperti ini harus terus dikembangkan.

” Kami sudah komitmen, akan kikis habis orang-orang seperti ini supaya bisa berubah. Pasalnya, RSUD kota Bogor tidak boleh seperti itu, wajah RSUD Kota Bogor harus bagus dalam segi apapun. Saya juga meminta kepada pasien untuk datang kembali ke RSUD Kota Bogor dan kita minta mohon maaf kepada pasien.

Baca:  Setelah Viral, Akhirnya Artheria Dahlan Minta Maaf Dengan Masyarakat Sunda

Padahal, sering sekali menyampaikan kepada seluruh dokter atau tenaga medis, tatkala pasien datang agar selalu di perhatikan. Jadi, 66 dokter spesialis yang berada di RSUD Kota Bogor paling hanya 10 persen yang sulit berubah sikap kebiasaan nya.

” Memang 10 persennya di internal kami, masih ada yang kurang baik dan sulit merubah kebiasaan jeleknya. Tentu kedepannya kita akan terus melakukan pembinaan kepada dokter maupun pegawai secara berkelanjutan, karena ada standar mutu yang harus di penuhi,” kata Ilham.

” Tapi, saya juga mengakui, bahwa memang  tidak bisa langsung dijamin 100 persen sikapnya bisa berubah,terutama masalah akhlak. Karena melalui pembinaan akhlak ini, diharapkan bisa berubah menjadi lebih baik di lingkungan RSUD Kota Bogor.(D2N)