
LIPUTANBOGOR.COM – Suasana haru dan khidmat menyelimuti area Tugu Kujang Kota Bogor saat prosesi penurunan Bendera Merah Putih dalam rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP) 2025 pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Momen sakral tersebut bukan hanya menjadi bagian dari agenda seremoni, tetapi turut menggugah rasa nasionalisme masyarakat yang hadir dari berbagai lapisan.

Tepat pukul 17.20 WIB, saat sirene tanda penurunan bendera dikumandangkan dari unit kendaraan Brimob, ratusan masyarakat secara spontan memberikan penghormatan.
Pengguna jalan, pelajar, pedagang kaki lima, pengemudi ojek online hingga sopir angkot menghentikan aktivitas mereka dan ikut dalam upacara tersebut di area samping gerbang Mall Botani Square.
Salah satunya adalah Sadino, pedagang kaki lima yang akrab disapa Bang Kumis, tampak berdiri tegak dan memberi hormat dengan penuh khidmat. Usai upacara, ia mengaku terharu bisa kembali merasakan atmosfer nasionalisme yang begitu dalam.
*”Saya anak dari pejuang 45, ayah saya berjuang di Pangandaran. Momen seperti ini membuat saya bangga dan teringat kembali pada semangat juang para pendahulu kita. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan, karena mampu menyentuh hati rakyat kecil seperti saya,” ucap Bang Kumis dengan mata berkaca-kaca pada Rabu (6/8).
Apresiasi juga datang dari Mufti, warga Bogor yang saat itu tengah berada di dalam angkot. Begitu mendengar sirene, ia meminta sopir untuk berhenti dan turun sejenak demi mengikuti prosesi.
“Saya gak tahu kenapa, tiba-tiba hati saya bergetar. Saya ikut hormat, berdiri di pinggir jalan, dan baru kali ini dalam belasan tahun saya merasakan kembali getaran nasionalisme seperti ini. Suasananya luar biasa, semua ikut hormat dengan penuh semangat,”tuturnya.
Prosesi penurunan bendera ini dipimpin oleh pasukan pengibar dari SMAN 7 Kota Bogor yang tak lupa di ikuti oleh inisiator FMP yaitu Suhu Guntur dan para tamu undangan lainnya.
Dengan mengenakan seragam khas Paskibra sekolahnya, para pelajar tersebut memperlihatkan disiplin dan kekhidmatan yang tinggi. Gerakan mereka yang penuh penjiwaan menambah kekhusyukan suasana, membuat warga yang hadir larut dalam rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Kegiatan penaikan dan penurunan bendera yang menjadi agenda harian dalam FMP 2025 ini mendapat banyak pujian dari warga karena mampu membangkitkan rasa cinta tanah air secara nyata, bukan sekadar simbolik.
Festival Merah Putih yang telah memasuki hari ke-6 ini terus menjadi ruang pertemuan antara semangat nasionalisme, budaya, dan keterlibatan warga.
Tugu Kujang, sebagai ikon Kota Bogor, pun menjadi saksi bisu bagaimana bendera merah putih tidak hanya berkibar, tapi juga hidup di hati rakyatnya.(D2N)




