Beranda News Bogor Raya

Pemuda Lintas Iman Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga di Tugu Kujang, KNPI Kota Bogor Apresiasi Seruan Damai

Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Rivaldo Surya Darmawan (Foto : Dadan).

LIPUTANBOGOR.COM – Suasana Tugu Kujang pada Selasa malam, 2 September 2025, terasa berbeda. Puluhan pemuda lintas iman berkumpul dalam kegiatan Doa Bersama dan Tabur Bunga sebagai simbol seruan kedamaian, persatuan, serta komitmen menegakkan demokrasi di tengah dinamika bangsa.

Kegiatan yang sarat makna ini mendapat apresiasi dari DPD KNPI Kota Bogor. Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Rivaldo Surya Darmawan, menyebut bahwa langkah yang diinisiasi para pemuda lintas iman tersebut menjadi bukti nyata komitmen generasi muda dalam merawat kebersamaan dan menjaga iklim demokrasi yang sehat.

Baca:  Seni Tradisional Menolak Punah: Kolaborasi Jaipong dan Modernitas Getarkan Mal Jambu Dua Bogor
Bersama Pemuda Lintas Iman dan Forkopimda, KNPI Kota Bogor ikut serta dalam kegiatan Do’a Bersama dan Tabur Bunga di Tugu Kujang pada Selasa Malam (2/9).

“Inilah bukti komitmen pemuda dengan segala dinamika yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Bogor. Mereka hadir membawa pesan damai, tanpa kekerasan, tanpa anarkisme. Ini adalah teladan bagi kita semua,” ujar Rivaldo, Selasa (2/9) malam.

Ia juga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi adalah bagian dari hak berdemokrasi yang dilindungi undang-undang.

Namun, ia mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan damai dan menjauhi tindakan provokatif.

“Aksi demo itu diperbolehkan, selama tidak dibarengi dengan unsur anarkisme dan kekerasan. Selama ini kami melihat berbagai aksi unjuk rasa di Kota Bogor masih dalam koridor aman, wajar, serta tetap kondusif,” tambah Kang Valdo panggilan akrabnya.

Baca:  Gelar Pelantikan Termewah, Ketua PCNU Kabupaten Bogor Apresiasi MWCNU Kecamatan Tajurhalang

Valdo menjelaskan, KNPI Kota Bogor juga telah melakukan konsolidasi dengan seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di bawah naungan KNPI hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Tujuannya adalah memastikan peran aktif pemuda dalam menjaga kondusifitas kota, terlebih menjelang agenda-agenda demokrasi yang akan datang.

Kegiatan lintas iman ini tidak hanya menjadi simbol keharmonisan, tetapi juga pengingat bahwa perbedaan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Justru dari perbedaan itulah muncul energi persatuan yang bisa memperkuat bangsa.(D2N)