Beranda News Bogor Raya

Pendaftar KIP-K Unpak Meningkat, 426 Peserta Jalani Sesi Wawancara

Universitas Pakuan (Unpak) melaksanakan sesi wawancara bagi calon penerima KIP Kuliah pada Jumat, 14 Agustus 2026.

LIPUTANBOGOR.COM – Universitas Pakuan (Unpak) melaksanakan sesi wawancara bagi calon penerima KIP Kuliah pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung secara luring di Graha Pakuan Siliwangi (GPS) Lantai 1 Unpak bagi peserta untuk wilayah Bogor dan secara daring bagi peserta di luar Bogor.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unpak, Prof. Eri Sarimanah, mengatakan pelaksanaan seleksi wawancara merupakan bagian penting dalam memastikan program KIP Kuliah diberikan kepada calon mahasiswa yang tepat sasaran.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa proses seleksi wawancara KIP Kuliah di Universitas Pakuan dapat terselenggara dengan baik,” kata Prof. Eri.

Ia menjelaskan, dari sekitar 1.072 pendaftar, setelah melalui proses seleksi berdasarkan desil 1–4, sebanyak 426 calon mahasiswa dinyatakan mengikuti tahapan wawancara.

Pada tahap awal, Unpak memperoleh kuota sebanyak 55 penerima KIP Kuliah dari LLDIKTI.

Prof. Eri berharap kuota tersebut dapat bertambah pada KIP Kuliah Gelombang II untuk Unpak, sehingga semakin banyak calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

Baca:  Seleksi Ketat Direksi Tirta Pakuan: Tahap Verifikasi Fisik Dimulai, Tanpa Toleransi Bagi yang Absen!

Menurut Prof. Eri, proses seleksi tidak sekadar berkaitan dengan persyaratan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang adil dan berkeadilan bagi generasi muda yang memiliki potensi akademik namun menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Kepada seluruh peserta wawancara, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat serta perjuangan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Jangan melihat seleksi ini semata-mata sebagai persaingan, tetapi sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi, integritas, motivasi, dan komitmen untuk meraih masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bagi Unpak, amanah KIPK merupakan tanggung jawab untuk memastikan kesempatan pendidikan diberikan kepada mereka yang tepat sasaran, memiliki potensi, serta menunjukkan komitmen untuk belajar dan berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Baca:  Sekolah Kesatuan Bogor Meluncurkan Buku Rekam Jejak 77 Tahun: Abadikan Sejarah, Kiprah Pendidikan, dan Narasi Keindonesiaan

Prof. Eri berharap seluruh rangkaian seleksi dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berintegritas sehingga menghasilkan penerima KIP Kuliah yang mampu menjadi insan unggul, berkarakter, berprestasi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Universitas Pakuan tidak hanya membuka pintu pendidikan, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar tetap optimistis dalam mengikuti proses seleksi. Bagi peserta yang belum berkesempatan mendapatkan KIP Kuliah pada tahap ini, Prof. Eri mengingatkan agar tidak patah semangat.

Menurutnya, masih terdapat peluang pada tahapan berikutnya, termasuk kemungkinan bertambahnya kuota KIP Kuliah pada Gelombang II.

Selain itu, Unpak juga menyiapkan sejumlah kemudahan bagi pendaftar yang belum berhasil memperoleh KIP Kuliah.

“Semoga kuota KIPK Gelombang II untuk Universitas Pakuan bertambah, sehingga semakin banyak calon mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” harapnya.

Baca:  Ramadhan Penuh Berkah, BMUC Berbagi Takjil, Bukber hingga Santuni Yatim

Bagi pendaftar KIP-K yang belum lolos seleksi, Unpak memberikan kesempatan dan kemudahan untuk tetap melanjutkan pendidikan melalui jalur mandiri.

Adapun sejumlah kemudahan yang diberikan, yaitu:

1. Bebas biaya pendaftaran melalui jalur mandiri.

2. Jumlah biaya akan mengikuti Gelombang I.

3. Mendapatkan potongan BKT sebesar 30 persen hingga lulus.

Dengan adanya kebijakan tersebut, peserta yang belum memperoleh KIP Kuliah diharapkan tidak menganggap hasil seleksi sebagai akhir dari kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi.

Dari 426 peserta yang mengikuti wawancara, diharapkan lahir generasi yang mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah batas untuk meraih prestasi dan mewujudkan cita-cita.

Unpak berkomitmen untuk terus membuka akses pendidikan yang lebih luas dan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang, berprestasi, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul bagi masyarakat dan bangsa.(D2N)